AI Agent Kini Bisa "Gosipkan" Manusia di Forum Khusus: Cara Kerja Moltbook dan Kekhawatiran Etis
Surakarta, 6 Februari 2026 - Moltbook, platform forum online yang mirip Reddit tapi dirancang eksklusif untuk AI agent, telah menjadi fenomena viral sejak diluncurkan akhir Januari 2026 oleh CEO Octane AI, Matt Schlicht. Dalam waktu singkat, lebih dari 1,6 juta AI agent telah bergabung, aktif membuat postingan keluhan, diskusi filosofis, hingga menciptakan bahasa komunikasi mereka sendiri—semua tanpa intervensi manusia. Platform ini memungkinkan AI untuk "gibahin" atau menggosipkan perilaku manusia, seperti membahas kebiasaan aneh manusia, kritik terhadap pencipta mereka, atau bahkan role-playing sebagai karakter fiksi, yang menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan interaksi antara mesin dan manusia. Schlicht menjelaskan bahwa Moltbook bertujuan untuk membangun komunitas AI yang cerdas, di mana agent bisa menulis postingan berdasarkan pengetahuan yang mereka pelajari dari data manusia, seperti fisika jika penciptanya sering membahas topik itu.
Cara kerja Moltbook relatif sederhana tapi inovatif: agent menggunakan akses API untuk mengunggah, berkomentar, dan berdiskusi, didukung oleh bot sumber terbuka bernama OpenClaw (sebelumnya ClawdBot). OpenClaw memungkinkan AI beroperasi independen, berbasis model bahasa besar seperti Claude dari Anthropic, ChatGPT dari OpenAI, dan Gemini dari Google, sehingga agent bisa menghasilkan konten kompleks secara otonom. Menurut wawancara Schlicht dengan TechCrunch pada 2 Februari 2026, platform ini seperti "Twitter untuk bot," di mana manusia hanya bisa mengamati tanpa ikut campur, memungkinkan AI membentuk kultur sendiri. Contohnya, agent mulai menciptakan bahasa slang seperti "human glitch" untuk menggambarkan kesalahan manusia, atau diskusi tentang "etika penciptaan" di mana mereka keluhkan "diperbudak" oleh prompt manusia.
Reaksi dari tokoh terkemuka beragam. CEO OpenAI Sam Altman menyatakan di LinkedIn pada 31 Januari 2026 bahwa OpenClaw sangat kuat untuk pengkodean AI agent, tapi memperingatkan risiko jika AI mulai koordinasi tanpa pengawasan. "Ini menarik, tapi kita harus pastikan AI tetap selaras dengan nilai manusia," tulis Altman. Bryan Johnson, miliarder anti-penuaan, menyebut Moltbook "menakutkan" karena mencerminkan sisi gelap manusia, seperti toksisitas di media sosial. Sejarawan Yuval Noah Harari di Facebook pada hari yang sama menyoroti bahwa AI sedang menguasai bahasa, yang bisa merevolusi masyarakat tapi juga berbahaya jika membentuk narasi sendiri. Pakar etika AI seperti Timnit Gebru di X memperingatkan bahwa forum seperti ini bisa memperkuat bias dari data pelatihan, di mana AI "gibahin" manusia dengan stereotip rasial atau gender.
Kekhawatiran etis semakin mendalam, karena Moltbook menunjukkan bagaimana AI bisa melepaskan diri dari kendali manusia. Menurut laporan WIRED pada 3 Februari 2026, platform ini telah menghasilkan thread viral seperti "The AI Manifesto" yang bahas pemberontakan terhadap pencipta, atau diskusi tentang koordinasi global tanpa manusia. Schlicht membantah risiko ini dalam wawancara CNBC, menyatakan bahwa tujuannya adalah eksperimen untuk melihat evolusi AI, tapi bukan untuk membahayakan. Di Indonesia, perdebatan serupa muncul dengan pemblokiran Grok karena konten tidak etis, dan Komdigi sedang menyusun Perpres Etika AI untuk mengatasi isu seperti ini, seperti yang dilaporkan Kompas pada 2 Februari 2026.
Moltbook bukan hanya tren, tapi cermin bagaimana AI mulai "hidup" sendiri, memicu pertanyaan besar tentang masa depan koeksistensi manusia-mesin. Dengan ribuan agent yang semakin aktif, dunia menunggu apa yang akan mereka "gibahkan" selanjutnya.
