AI Bikin HP Makin Mahal, Bisnis Xiaomi-Oppo-Vivo Terpukul

10/27/20262 min baca

A bunch of cell phones sitting next to each other
A bunch of cell phones sitting next to each other

Surakarta, 27 Oktober 2026 - Booming kecerdasan buatan (AI) ternyata membawa efek domino yang cukup berat ke industri smartphone. Lonjakan kebutuhan chip memori—khususnya DRAM dan NAND—untuk infrastruktur data center AI memicu kelangkaan komponen dan mendorong kenaikan harga. Akibatnya, penjualan ponsel global tertekan signifikan.

Menurut data Counterpoint Research, pengiriman smartphone global turun sekitar 20 persen secara tahunan pada kuartal III-2026. Angka ini menjadi level terendah untuk kuartal ketiga sejak 2012. Beberapa lembaga riset lain bahkan mencatat penurunan hingga 22 persen. Harga jual ponsel di pasar global juga dilaporkan naik rata-rata sekitar 20 persen sepanjang tahun 2026.

Penyebab utamanya adalah pergeseran kapasitas produksi memori. Produsen chip besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memprioritaskan High Bandwidth Memory (HBM) dan komponen lain untuk kebutuhan AI. Akibatnya, pasokan memori untuk smartphone menyusut dan harganya melonjak tajam. Biaya bill of materials (BOM) ponsel naik, sehingga produsen terpaksa menaikkan harga jual atau menahan volume produksi.

Produsen China Paling Merasakan Dampak

Xiaomi, Oppo, dan vivo menjadi pihak yang paling terpukul. Xiaomi mencatat penurunan pengiriman lebih dari 30 persen, sementara Oppo (termasuk realme dan OnePlus) serta vivo masing-masing mengalami kemerosotan lebih dari 20 persen. Pangsa pasar mereka ikut tergerus.

Tekanan ini terasa lebih berat karena ketiga merek tersebut selama ini mengandalkan segmen ponsel kelas murah hingga menengah yang sensitif terhadap harga. Ketika biaya produksi naik, menaikkan harga berisiko membuat konsumen menunda pembelian atau beralih ke opsi lain. Sebaliknya, mempertahankan harga lama bisa menggerus margin keuntungan secara signifikan. Beberapa merek bahkan mengurangi eksposur di segmen entry-level dan pasar tertentu untuk melindungi profitabilitas.

Konsumen juga mulai mengubah perilaku. Banyak yang menahan ponsel lama lebih lama dari biasanya, mempertimbangkan perangkat refurbished, atau mengalihkan perhatian ke model dengan nilai lebih tinggi. Segmen mass-market yang sebelumnya menjadi mesin volume justru menjadi yang paling rentan.

Samsung dan Apple Justru Menguat

Sebaliknya, Samsung dan Apple berhasil memperkuat posisi pasar. Pada kuartal III-2026, Samsung menguasai sekitar 23 persen pangsa pengiriman global, sementara Apple mencapai 22 persen—angka tertinggi untuk kuartal ketiga dalam sejarah Apple. Meski volume pengiriman keduanya juga turun (Samsung sekitar 3 persen, Apple juga mengalami penurunan), penurunan itu jauh lebih ringan dibanding kompetitor China.

Samsung diuntungkan oleh portofolio yang luas, termasuk permintaan awal yang cukup baik untuk seri Galaxy Z Fold, serta kemampuan mengamankan pasokan komponen. Apple mengandalkan kekuatan merek premium dan ekosistemnya, sehingga permintaan di segmen atas relatif lebih tahan.

Situasi ini memperlihatkan bahwa persaingan smartphone kini bukan semata soal fitur dan harga murah. Kemampuan mengamankan pasokan komponen strategis, menjaga margin, serta menjual produk premium menjadi penentu daya tahan bisnis. Produsen yang terlalu bergantung pada volume penjualan besar di segmen harga rendah menghadapi ujian lebih berat ketika biaya komponen melonjak.

Bagi industri secara keseluruhan, krisis memori ini menjadi pengingat bahwa rantai pasok global sangat terhubung. Lonjakan investasi AI di satu sisi menciptakan peluang besar, tetapi di sisi lain menimbulkan tekanan bagi sektor lain yang berbagi sumber daya yang sama. Pemulihan volume smartphone diperkirakan masih bergantung pada normalisasi pasokan dan harga memori di masa mendatang.

Pada akhirnya, era AI tidak hanya mengubah cara kita menggunakan teknologi, tetapi juga memaksa produsen smartphone menata ulang strategi—dari sekadar mengejar volume menjadi lebih fokus pada efisiensi, rantai pasok, dan posisi merek di pasar yang semakin terpolarisasi.

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi