Alasan Pesepak Bola Tersohor Jepang Ini Putar Haluan Berbisnis Minuman Sake


Surakarta, 20 Agustus 2026 - Hidetoshi Nakata pernah menjadi salah satu pesepakbola paling terkenal di Jepang. Ia berkarier profesional selama 11 tahun, bermain di liga Italia dan Inggris, serta tampil di tiga Piala Dunia bersama tim nasional. Namun, pada usia 29 tahun, ia memilih meninggalkan sepakbola meski kontraknya masih berjalan. Alasan utamanya sederhana: ia kehilangan gairah terhadap olahraga yang semakin menjadi bisnis besar.
Tujuh Tahun Menjelajahi Jepang
Keputusan itu tidak langsung menghasilkan bisnis baru. Setelah pensiun pada 2006, Nakata justru menghabiskan waktu bertahun-tahun berkeliling dunia, lalu fokus menjelajahi seluruh 47 prefektur Jepang. Ia bertemu petani, koki, pengrajin, dan produsen lokal untuk memahami lebih dalam budaya serta berbagai masalah yang mereka hadapi. Dalam perjalanan itu, ia mengunjungi lebih dari 400 pabrik sake (sekitar 40% dari total brewery yang masih beroperasi).
Dari perjalanan panjang tersebut, ia menemukan peluang di industri sake. Nakata melihat penjualan sake domestik Jepang terus menurun akibat populasi yang menyusut, konsumen yang menua, serta citra sake yang kalah menarik dibandingkan wine dan cocktail bagi generasi muda. Di saat yang sama, minat terhadap sake di luar Jepang justru mulai tumbuh, tetapi banyak konsumen asing kesulitan memahami label berbahasa Jepang dan cara menikmatinya dengan benar.
Meluncurkan Sake Premium “N”
Alih-alih sekadar menjual produk dengan memanfaatkan popularitasnya, Nakata memilih mengubah cara konsumen memahami sake. Pada 2013, ia meluncurkan sake premium N (berkolaborasi dengan Takagi Shuzo dan desainer Nendo) dengan harga sekitar US$1.000 per botol. Produksinya sangat terbatas—hanya ratusan botol per tahun. Ia juga mengembangkan pendingin khusus (Sake Cellar) karena banyak konsumen belum memahami pentingnya temperatur penyimpanan untuk menjaga kualitas sake.
Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Produk
Strategi Nakata kemudian berkembang dari sekadar menjual minuman menjadi membangun ekosistem. Ia meluncurkan Sakenomy, aplikasi yang membantu konsumen memahami label sake, mengenal produsennya, mengetahui profil rasa, suhu penyajian ideal, hingga rekomendasi pasangan makanan. Aplikasi ini menjadi jembatan penting antara produsen lokal dan konsumen global yang kesulitan membaca kanji.
Pada 2015, ia mendirikan Japan Craft Sake Company untuk secara sistematis mendukung brewery kecil memasuki pasar internasional, menyelenggarakan event seperti Craft Sake Week, dan mengembangkan berbagai inisiatif edukasi serta distribusi.
Pelajaran untuk Pelaku Bisnis
Bagi pelaku bisnis, langkah Nakata menunjukkan bahwa peluang tidak selalu muncul dari industri yang sedang tumbuh pesat. Industri yang sedang menghadapi penurunan pun bisa memiliki ruang besar jika pelaku usaha mampu menemukan masalah konsumen yang belum terselesaikan. Nakata juga tidak sekadar menjadikan popularitasnya sebagai mantan atlet untuk berjualan. Ia membangun kredibilitas dengan mempelajari industrinya secara mendalam, memahami produsennya, lalu membawa cerita dan budaya di balik produk tersebut kepada pasar yang lebih luas.
Dari lapangan hijau ke dunia sake, perjalanan Hidetoshi Nakata adalah kisah tentang menemukan tujuan baru setelah puncak karier. Dengan kesabaran mempelajari industri dari akarnya, ia berhasil mengubah ketertarikan pribadi menjadi upaya pelestarian dan pengembangan budaya Jepang di kancah global.
Hidetoshi Nakata membuktikan bahwa meninggalkan zona nyaman bisa membuka jalan baru yang lebih bermakna. Dengan menghabiskan bertahun-tahun memahami industri sake dari dekat, ia tidak hanya menciptakan produk premium, tetapi juga membangun jembatan antara tradisi Jepang dan konsumen modern di seluruh dunia.
Image Source: Globe Soccer Awards
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi