Apple Bahas Kerja Sama dengan Samsung dan Intel untuk Produksi Chip iPhone dan Mac
Surakarta, 8 Mei 2026 – Apple Inc. sedang melakukan pembicaraan awal dengan Samsung Electronics dan Intel Corp. untuk memproduksi chip utama (main processors) perangkatnya di Amerika Serikat. Langkah ini merupakan upaya strategis perusahaan untuk mengurangi ketergantungan berat pada pemasok utamanya selama ini, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).
Menurut laporan Bloomberg, Apple telah mengadakan diskusi tahap awal dengan Intel mengenai layanan manufaktur chip mereka. Sementara itu, eksekutif Apple juga telah mengunjungi pabrik Samsung yang sedang dibangun di Taylor, Texas. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi produksi risiko (risk production) pada 2026 dan akan memproduksi chip canggih termasuk pada proses 2nm.
Langkah ini muncul di tengah kendala pasokan yang dialami Apple. TSMC, yang saat ini memproduksi hampir seluruh chip A-series untuk iPhone dan M-series untuk Mac, mengalami keterbatasan kapasitas produksi pada node canggih (terutama 3nm dan mendatang 2nm) akibat lonjakan permintaan global dari industri AI. Hal ini menyebabkan kelangkaan produksi iPhone dan keterlambatan pengiriman beberapa model Mac pada awal 2026. CEO Apple Tim Cook sempat menyebutkan bahwa ketersediaan node canggih menjadi bottleneck utama perusahaan.
Potensi Kolaborasi dengan Rival
Kerja sama dengan Samsung menandai potensi kembalinya Apple ke foundry Korea Selatan setelah lebih dari satu dekade. Apple pernah menggunakan Samsung untuk memproduksi beberapa chip A-series di masa lalu sebelum beralih sepenuhnya ke TSMC pada 2016. Sementara Intel, yang pernah gagal memenangkan kontrak besar dari Apple pada 2010-an, kini sedang giat membangun bisnis foundry-nya di bawah CEO baru Lip-Bu Tan dan mendapat dukungan pemerintah AS senilai miliaran dolar.
Pembicaraan ini masih sangat awal dan belum ada pesanan resmi yang ditempatkan. Apple juga khawatir dengan isu reliabilitas, yield (tingkat keberhasilan produksi), serta skalabilitas teknologi dari kedua perusahaan tersebut yang masih tertinggal dibandingkan TSMC. Namun, diversifikasi ini penting untuk mengurangi risiko geopolitik (terutama ketegangan di Taiwan) dan memastikan pasokan stabil di tengah permintaan produk Apple yang tinggi.
Analis memperkirakan bahwa jika kesepakatan terwujud, kemungkinan besar dimulai secara bertahap — misalnya untuk chip kelas menengah atau model iPhone non-Pro terlebih dahulu, bukan flagship A-series paling canggih. Pendekatan dual-sourcing atau multi-sourcing ini sudah umum dilakukan perusahaan teknologi besar untuk mitigasi risiko.
Dukungan dari Pemerintah AS dan Dampak Lebih Luas
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Apple untuk memperkuat rantai pasok di Amerika Serikat. Perusahaan telah mengumumkan investasi ratusan miliar dolar di AS, termasuk kerja sama dengan Samsung di Texas untuk teknologi manufaktur chip baru. Langkah ini juga didorong oleh dorongan pemerintah AS untuk membangun produksi semikonduktor domestik melalui CHIPS Act.
Bagi Samsung dan Intel, kontrak dari Apple akan menjadi kemenangan besar. Samsung Foundry berusaha mengejar TSMC di segmen proses canggih, sementara Intel Foundry berupaya membuktikan diri sebagai pemain kompetitif setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan.
Meski TSMC dipastikan tetap menjadi mitra utama Apple dalam waktu dekat, pembicaraan dengan Samsung dan Intel menunjukkan bahwa di era persaingan teknologi yang ketat, rivalitas bisnis bisa berubah menjadi kolaborasi strategis demi kelangsungan pasokan dan inovasi.
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi