Bisnis Interior Ini Tumbuh dari Gudang Kecil

10/1/20262 min baca

Bisnis Interior Ini Tumbuh dari Gudang Kecil
Bisnis Interior Ini Tumbuh dari Gudang Kecil

Surakarta, 1 Oktober 2026 - Tidak semua bisnis besar dimulai dari modal melimpah atau kantor mewah. Aditama Homedecor Interiors menjadi salah satu bukti nyata. Perusahaan interior dan home furnishing asal Yogyakarta ini dibangun Ahmad Miftah Nasir pada 2017 dari sebuah gudang kecil di rumah mertuanya.

Miftah, yang akrab disapa demikian, sebenarnya tidak memiliki latar belakang desainer interior. Ia lulusan Keuangan Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setelah bekerja sekitar setengah tahun di sebuah perusahaan sebagai marketing project, ia memberanikan diri keluar dan memulai usaha sendiri. Dari pengalaman kerjanya, Miftah belajar membuat rencana anggaran biaya (RAB) dan memahami struktur perusahaan, yang kemudian ia terapkan di Aditama.

Modal Minim, Strategi Cerdas

Modal awal yang dimiliki setelah merenovasi gudang hanya tersisa Rp700 ribu. Dana terbatas itu digunakan untuk membuat brosur, amplop, dan kertas berkop perusahaan. Setiap kali mendapatkan proyek, Miftah selalu melobi klien agar perusahaan tidak perlu mengeluarkan modal besar di awal. Strategi ini membuat bisnis tetap berjalan meski tanpa cadangan dana yang besar.

Pada awalnya, pasar utama Aditama adalah proyek-proyek dari instansi pemerintahan. Namun, pandemi Covid-19 mengubah segalanya. Banyak proyek dibatalkan secara mendadak, sehingga arus kas perusahaan sempat terancam.

Titik Balik di Masa Pandemi

Alih-alih menyerah, Miftah dan timnya mengubah arah pemasaran. Mereka beralih dari pendekatan offline ke online dan mulai menyasar pelanggan personal. Dengan anggaran iklan sekitar Rp1,5 juta, Aditama mulai mendapatkan pesanan kitchen set, mini pantry, lemari, hingga backdrop TV dari konsumen individu.

Perubahan strategi tersebut menjadi titik balik. Permintaan justru meningkat, dan perusahaan tidak lagi bergantung pada proyek pemerintahan. Sejak saat itu, Aditama pindah dari gudang kecil ke kantor baru di Jalan Sukoharjo No.7B, Sanggrahan, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta.

Tumbuh Hingga Miliaran Rupiah

Dari bisnis yang dimulai dengan modal sangat terbatas, Aditama kini mampu mencatat omzet miliaran rupiah per tahun. Perusahaan terus berkembang dan membuka cabang di beberapa kota, termasuk Semarang, Surakarta, dan Magelang. Produk yang ditawarkan pun semakin beragam, dengan fokus pada kualitas material berstandar SNI, desain 3D yang realistis, serta garansi produk hingga beberapa tahun.

Keunggulan lain yang ditawarkan Aditama adalah layanan gratis survey lokasi, konsultasi, desain, dan RAB, serta pengiriman gratis untuk wilayah DIY dan sebagian Jawa Tengah. Pendekatan ini membuat pelanggan merasa lebih nyaman dan percaya.

Pelajaran bagi Pelaku Usaha Kecil

Perjalanan Aditama Homedecor Interiors menunjukkan bahwa skala bisnis tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal awal. Yang lebih penting adalah kemampuan beradaptasi ketika kondisi pasar berubah. Pandemi yang semula menjadi ancaman justru menjadi peluang ketika perusahaan berani mengubah cara mendapatkan pelanggan.

Bagi bisnis kecil, fleksibilitas dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman sering kali menjadi penentu kelangsungan usaha. Miftah membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, bahkan bisnis yang dimulai dari gudang kecil pun bisa tumbuh menjadi perusahaan yang stabil dan terus berkembang.

Ahmad Miftah Nasir membangun Aditama Homedecor Interiors pada 2017 dari gudang kecil dengan modal sisa Rp700 ribu. Awalnya fokus proyek pemerintah, lalu beralih ke pelanggan personal saat pandemi lewat pemasaran online. Kini omzet mencapai miliaran rupiah per tahun dan telah ekspansi ke beberapa kota di Jawa Tengah. Kisah ini menunjukkan adaptasi lebih penting daripada modal besar.

Image Source: Jogja Aja

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi