Bisnis Surya Paloh Tak Sekadar Media, Ini Guritanya

10/9/20262 min baca

Bisnis Surya Paloh Tak Sekadar Media, Ini Guritanya
Bisnis Surya Paloh Tak Sekadar Media, Ini Guritanya

Surakarta, 9 Oktober 2026 - Nama Surya Paloh selama ini lekat dengan industri media. Media Indonesia dan Metro TV menjadi wajah paling dikenal dari Media Group yang dibangunnya. Namun, jauh sebelum menjadi raja media, perjalanan bisnis Surya Paloh justru dimulai dari sektor yang jauh berbeda: memasok kebutuhan kepolisian dan mengelola bisnis jasa.

Awal dari Relasi dan Kepercayaan

Pada 1975, Surya mendirikan PT Ika Mataram Coy. Melalui perusahaan ini, ia memasok berbagai peralatan polisi seperti borgol, pentungan, sepeda, hingga atribut lainnya. Kepercayaan datang dari Widodo Budirdarmo yang saat itu menjabat Kepala Polri. Dalam biografi Surya Paloh: Matahari Restorasi, Sang Ideolog, bisnis tersebut disebut memberikan keuntungan sekitar Rp25 juta—angka yang cukup signifikan pada masa itu dan menjadi salah satu pijakan awal akumulasi modalnya.

Tidak berhenti di situ. Surya juga terlibat dalam distribusi semen untuk berbagai proyek Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Saat usianya belum genap 30 tahun, ia bahkan disebut mengelola proyek dengan nilai hingga Rp2,5 miliar per bulan. Angka tersebut sangat fantastis di era 1970-an.

Bisnis Ika Mataram terus berkembang. Perusahaan kemudian menjadi distributor gula Badan Urusan Logistik (Bulog) dan agen tunggal cat antiair (waterproof paint) asal Kanada. Dalam bisnis gula, perusahaan disebut memperoleh keuntungan Rp5 per kilogram dari distribusi sekitar 200 ton setiap bulan. Keuntungan berlapis dari berbagai lini ini semakin memperkuat fondasi keuangan Surya.

Menyadari Risiko Ketergantungan Relasi

Meski bisnis yang bergantung pada relasi berjalan lancar, Surya menyadari risikonya. Relasi bersifat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, ia memutuskan membangun sumber pendapatan yang lebih mandiri.

Pada 1979, Surya mengambil alih pengelolaan perusahaan katering PT Indocarter. Bisnis ini berkembang pesat setelah berhasil mendapatkan kontrak dari sejumlah perusahaan besar, terutama di sektor energi dan industri. Kliennya antara lain Pertamina, PT Arun LNG, Mobil Oil, dan Pupuk Kaltim. Pada masa eksploitasi minyak di Bontang, nilai sejumlah proyeknya bahkan disebut mencapai US$176 ribu hingga US$8,4 juta.

Indocarter tidak sekadar menyediakan makanan dan minuman. Perusahaan juga menawarkan layanan pendukung seperti laundry, minimarket, hingga fasilitas rekreasi bagi pekerja di lokasi proyek. Pendekatan menyeluruh ini membuat bisnis kateringnya semakin solid dan menjadi salah satu mesin pencetak uang penting sebelum ia masuk lebih dalam ke industri media.

Masuk ke Industri Media

Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, Surya mulai berekspansi ke industri media pada dekade 1980 hingga 1990-an. Ia terlibat dalam pengelolaan Harian Prioritas, kemudian mengembangkan Media Indonesia. Langkah berikutnya yang lebih monumental adalah peluncuran Metro TV sebagai televisi berita 24 jam pertama di Indonesia pasca-reformasi.

Dari pemasok peralatan polisi, distributor komoditas, hingga pengelola katering industri, perjalanan Surya Paloh menunjukkan pola yang jelas: memanfaatkan peluang yang ada, membangun relasi, lalu secara bertahap menciptakan bisnis yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kini, Media Group menjadi wajah paling dikenal dari kerajaan bisnisnya. Namun, di balik layar, akar bisnis Surya Paloh justru tumbuh dari sektor yang jauh dari sorotan publik—sebuah perjalanan yang dimulai jauh sebelum namanya identik dengan layar kaca dan surat kabar nasional.

Surya Paloh dikenal lewat Media Indonesia dan Metro TV, tapi bisnisnya dimulai jauh sebelumnya. Lewat PT Ika Mataram Coy (1975) ia memasok peralatan polisi, distribusi semen, gula Bulog, dan cat. Lalu mengambil alih PT Indocarter (1979) yang tumbuh lewat kontrak Pertamina, Arun LNG, dan proyek energi. Setelah fondasi kuat, barulah ia ekspansi ke media. Bukti bisnis besar sering berawal dari peluang di luar spotlight.

Image Source: Kompas

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi