Bukan Politik, Putra Prabowo Pilih Bangun Bisnis di Dunia Mode

10/8/20262 min baca

Bukan Politik, Putra Prabowo Pilih Bangun Bisnis di Dunia Mode
Bukan Politik, Putra Prabowo Pilih Bangun Bisnis di Dunia Mode

Surakarta, 8 Oktober 2026 - Menjadi anak dari keluarga besar Djojohadikusumo dan Soeharto tentu membuka banyak pintu. Ragowo Hediprasetyo atau yang lebih dikenal sebagai Didit Hediprasetyo punya pilihan luas: masuk politik, meneruskan bisnis keluarga, atau menikmati status sosial yang sudah melekat. Namun, ia justru memilih jalur yang berbeda—membangun karier di dunia mode.

Didit lahir di Jakarta pada 22 Maret 1984 sebagai anak tunggal Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto. Sebagian masa mudanya dihabiskan di Amerika Serikat dan Prancis. Ketertarikan pada seni tumbuh sejak dini. Ia sempat mempertimbangkan berbagai bidang, mulai dari lukisan, fotografi, sejarah, hingga teater, sebelum akhirnya memutuskan fokus pada desain busana.

Pendidikan dan Awal Karier

Pada awal 2000-an, Didit menempuh pendidikan di Parsons School of Design, salah satu sekolah desain paling bergengsi di dunia. Ia memulai di kampus New York, kemudian melanjutkan di Parsons Paris. Selama kuliah, ia meraih penghargaan Silver Thimble sebelum lulus pada 2007 dengan gelar Bachelor of Fine Arts di bidang Fashion Design. Selain desain, ia juga mendalami lukisan, fotografi, dan sejarah seni yang kemudian memengaruhi gaya karyanya.

Setelah lulus, Didit tidak langsung mendirikan rumah mode. Ia kembali ke Jakarta untuk menyusun portofolio. Respons positif dari teman-teman dan lingkaran kreatif membuatnya semakin yakin untuk membangun label sendiri dan mencoba peruntungan di panggung internasional.

Debut di Paris Couture Week

Kesempatan besar datang pada 2010. Seorang temannya menyarankan Didit menampilkan karya di Paris Couture Week. Meski belum memiliki nama besar di industri mode global, ia memberanikan diri membawa sekitar 45 rancangan. Debut Spring/Summer 2010 digelar di salon Hôtel de Crillon, Paris. Koleksi yang menampilkan gaun berkorset, rok, dan siluet ramping itu mendapat respons positif dari pengunjung dan media.

Sejak saat itu, Didit semakin aktif mengikuti berbagai perhelatan mode. Ia menetap di Paris dan secara rutin menampilkan koleksi selama Paris Fashion Week serta Couture Week. Namanya mulai dikenal sebagai salah satu desainer Indonesia yang konsisten tampil di kalender mode resmi Paris.

Gaya dan Pencapaian

Karya Didit dikenal dengan siluet terstruktur, draperi yang rapi, serta detail yang elegan. Ia sering memadukan pengaruh Timur dan Barat, termasuk penggunaan kain tradisional Indonesia seperti songket dalam beberapa koleksi. Pendekatan ini membuat karyanya memiliki identitas yang khas di tengah kompetisi haute couture yang ketat.

Salah satu pencapaian penting datang pada 2012. Didit menjadi desainer Asia pertama yang dipercaya BMW untuk merancang interior dan eksterior BMW Individual 7 Series edisi terbatas. Hanya lima unit yang diproduksi di seluruh dunia. Kolaborasi tersebut menempatkannya sejajar dengan nama-nama besar yang pernah bekerja sama dengan merek otomotif premium tersebut.

Di kemudian hari, ia juga terlibat dalam berbagai proyek lain, termasuk merancang jersey resmi kontingen Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024. Karyanya pernah dikenakan sejumlah tokoh dan selebritas, serta mendapat liputan dari media mode internasional.

Filosofi Kerja

Meski lahir dari keluarga yang sangat berpengaruh, Didit memilih menjaga jarak dari dunia politik. Ia fokus membangun nama melalui karya. Dalam berbagai kesempatan, ia menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin terlalu serius memandang karier. Baginya, menjaga proses kreatif dan menciptakan karya yang disukai diri sendiri menjadi cara agar terus berkembang.

Perjalanan Didit menunjukkan bahwa membangun nama di industri kreatif tidak selalu dimulai dari perusahaan besar atau modal politik. Portofolio yang kuat, keberanian mengambil kesempatan, serta konsistensi memperkenalkan karya di panggung global justru menjadi modal utama.

Dari ruang kelas di Parsons hingga runway di Paris, Didit membuktikan bahwa pilihan untuk mengikuti passion bisa membuka jalan sendiri—bahkan ketika latar belakang keluarga menawarkan jalur yang jauh lebih mudah.

Didit Hediprasetyo, putra tunggal Prabowo Subianto, memilih dunia mode daripada politik. Lulusan Parsons Paris 2007 yang meraih Silver Thimble ini debut di Paris Couture Week 2010. Sejak itu ia rutin tampil di Paris, berkolaborasi dengan BMW, dan membawa elemen Indonesia ke haute couture. Bukti bahwa portofolio dan keberanian bisa membuka jalan global.

Image Source: The Jakarta Post

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi