Cerita Dari Pinggir Got hingga Bawa Rumah Makan Padang ke Malaysia


Surakarta, 2 Oktober 2026 - Bustamam (sering ditulis Bustaman) memulai bisnis kuliner dari tempat yang jauh dari kata ideal. Pada 1972, ia menjual masakan Padang menggunakan gerobak di trotoar dekat got kotor di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta. Modalnya bukan jaringan bisnis besar atau modal melimpah, melainkan pengalaman bertahun-tahun bekerja di rumah makan Padang sejak 1960-an.
Lahir di Tanah Datar, Sumatera Barat, pada 11 September 1942, Bustamam hanya mengenyam pendidikan hingga Sekolah Rakyat. Sejak kecil ia sudah merasakan hidup susah. Ia merantau ke Jambi, bekerja serabutan mulai dari kernet, pekerja kebun karet, pedagang asongan, hingga tukang cuci piring di sebuah rumah makan Padang bernama “Sederhana”. Di sanalah ia mempelajari hampir seluruh pekerjaan restoran: memasak, melayani pelanggan, hingga membeli bahan pangan.
Dari Gerobak ke Restoran yang Nyaman
Setelah menikah dan merantau ke Jakarta sekitar 1970, Bustamam sempat berjualan rokok dengan gerobak. Namun, karena berbagai kendala, ia beralih ke bisnis makanan. Dengan modal terbatas, ia membuka warung di atas trotoar Benhil. Gerobaknya sempat disita Satpol PP, tetapi ia tidak menyerah. Ia kemudian menyewa tempat yang lebih tetap di Benhil dan mulai membangun usahanya secara bertahap.
Nama “Sederhana” diambil dari rumah makan tempatnya dulu bekerja di Jambi. Nama itu dipilih karena mudah diingat. Bustamam tidak sekadar menjual makanan Padang biasa. Ia membangun restoran yang lebih besar, bersih, dan nyaman, sekaligus menyesuaikan rasa agar lebih diterima lidah orang banyak, termasuk mengurangi tingkat kepedasan. Strategi ini berhasil menarik konsumen dari kelas menengah ke atas.
Ekspansi dengan Sistem Bagi Hasil
Kesuksesan di Benhil mendorongnya membuka cabang. Pada 1975 ia membuka RM Singgalang Jaya di Roxy, disusul RM Sederhana di Pasar Sunan Giri, Rawamangun, pada 1978. Seiring waktu, seluruh cabang diseragamkan di bawah nama RM Sederhana Masakan Padang. Pada 1997, ia mematenkan merek dagang “Sederhana” dan membentuk PT Sederhana Citra Mandiri untuk melindungi bisnisnya.
Yang menarik, ekspansi Bustamam tidak sepenuhnya mengandalkan sistem waralaba konvensional. Ia menerapkan sistem bagi hasil yang terinspirasi dari adat Minangkabau. Pendapatan pekerja dan pengelola ikut bergantung pada performa restoran yang mereka kelola. Tidak ada gaji tetap semata; semua pihak merasa memiliki kepentingan terhadap hasil usaha. Model ini menciptakan insentif kuat bagi setiap cabang untuk menjaga rasa, pelayanan, dan kualitas makanan. Dengan kepentingan yang sama, setiap outlet terdorong untuk membuat bisnis tetap ramai.
Menjadi Jaringan Nasional hingga Mancanegara
Sejak 1990-an, jumlah RM Sederhana terus bertambah di Jabodetabek, lalu menyebar ke berbagai kota di Indonesia. Kini jaringannya telah berkembang menjadi sekitar 200 cabang di dalam negeri dan menjangkau Malaysia. Menu andalan seperti rendang, ayam pop, dendeng, dan gulai menjadi daya tarik yang membuat restoran ini ramai dikunjungi.
Perjalanan Bustamam menunjukkan bahwa ekspansi bisnis bukan hanya soal membuka banyak cabang. Sistem yang membuat orang di dalam bisnis ikut merasa memiliki kepentingan terhadap hasil bisa menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dari gerobak di pinggir got hingga jaringan restoran yang menembus pasar luar negeri, kisahnya menjadi bukti bahwa ketekunan, pembelajaran dari pengalaman, dan model bisnis yang adil mampu mengubah usaha kecil menjadi legenda kuliner.
Bustamam memulai RM Sederhana dari gerobak di trotoar Bendungan Hilir pada 1972. Berbekal pengalaman kerja di rumah makan Padang, ia membangun restoran yang bersih dan nyaman, lalu ekspansi dengan sistem bagi hasil ala Minangkabau. Kini jaringan ini memiliki ratusan cabang di Indonesia dan Malaysia. Kisahnya membuktikan bahwa sistem yang membuat semua pihak merasa memiliki kepentingan menjadi kunci pertumbuhan jangka panjang.
Image Source: DetikFinance
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi