Cuma Jualan Stiker Mobil, Pemuda 21 Tahun Raup Rp681 Juta Sehari


Surakarta, 23 Oktober 2026 - Jayson Siu membuktikan bahwa bisnis sederhana bisa menghasilkan cuan besar. Pada usia 21 tahun, usahanya yang bernama Invalid.jp pernah meraup pendapatan hingga US$38.000 atau sekitar Rp681 juta dalam satu hari.
Perjalanannya dimulai saat masih SMA. Awalnya, Siu menjual stiker mobil seharga US$3–US$5 kepada teman-temannya demi mengumpulkan uang untuk membeli aksesori kendaraan. Dengan tabungan US$300, ia membeli printer vinil untuk memproduksi stiker sendiri. Bisnis kecil itu berjalan, tetapi ia merasa perlu mencari produk dengan nilai jual lebih tinggi agar keuntungan lebih besar.
Dari Stiker ke Produk yang Lebih Menarik
Siu kemudian menemukan ide kaca spion dengan lampu LED. Ia memesan kaca spion seharga sekitar US$20 dari China, melepas kacanya, memasang lampu LED di bagian dalam, lalu menempelkan stiker—salah satunya bertuliskan pesan keselamatan berkendara seperti “drive safe”. Ketika kaca dipasang kembali, stiker tersebut menyala saat LED dinyalakan. Produk ini kemudian dipromosikan melalui TikTok.
Pada Oktober 2021, sebuah video produk kaca spion LED-nya viral. Dalam waktu singkat, penjualan mencapai US$12.000 dalam satu hari. Saat itu Siu masih mahasiswa baru di University of Hawaii at Manoa. Ia sempat kewalahan dan harus berjam-jam di Office Depot untuk mencetak serta memotong label pesanan secara manual karena belum siap menghadapi lonjakan permintaan.
Momen Viral yang Mengubah Segalanya
Setahun kemudian, video lain yang menampilkan stiker berlatar LED (light-up sticker) kembali viral. Video tersebut ditonton lebih dari sembilan juta kali. Hasilnya, Invalid.jp mencatat pendapatan US$38.000 hanya dalam 24 jam berikutnya. Momen itu mengubah Invalid dari pekerjaan sampingan menjadi bisnis yang serius.
Pada 2022, bisnis tersebut menghasilkan pendapatan US$512.000. Siu memperkirakan sekitar 30 persen di antaranya merupakan keuntungan. Ia mengaku sempat menghabiskan ribuan dolar untuk iklan yang kurang efektif, sebelum akhirnya memusatkan pemasaran pada platform yang lebih menghasilkan, terutama TikTok, dilengkapi Google, Facebook, dan Instagram.
Siu terus memperluas produk ke aksesori mobil lain seperti cup holder, visor, plat nomor, hingga produk lain yang masih seputar dunia otomotif. Namun, stiker dan kaca spion LED tetap menjadi andalan utama. Ia sendiri masih terlibat dalam kustomisasi produk, setidaknya hingga laporan awal mengenai bisnisnya muncul.
Dari Apartemen Orang Tua ke Gudang
Awalnya bisnis dijalankan dari apartemen dua kamar orang tuanya di Honolulu. Seiring pertumbuhan, Siu akhirnya menyewa gudang. Meski masih kuliah penuh, ia mengaku bekerja setidaknya 40 jam per minggu untuk bisnis ini. “Saya selalu stres,” ujarnya dalam wawancara. Bisnis yang dulu bisa “dijeda” kini menuntut komitmen penuh.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, total penjualan Invalid.jp sudah menembus lebih dari US$1 juta. Keberhasilan itu banyak dilandasi konsistensi mengunggah konten di TikTok. Siu menyarankan untuk rutin mengunggah satu hingga dua video setiap hari agar peluang viral semakin besar, sekaligus memulai dengan stok terbatas agar risiko kerugian tetap terkendali.
Pelajaran dari Bisnis Stiker
Kisah Jayson Siu menunjukkan bahwa peluang bisnis bisa muncul dari hobi dan kebutuhan sehari-hari. Modal awal yang kecil, kemampuan membaca tren media sosial, serta keberanian mencoba produk dengan nilai lebih tinggi menjadi kombinasi penting. Viralitas di TikTok memang bisa mendatangkan lonjakan penjualan mendadak, tetapi yang menentukan keberlanjutan adalah kemampuan mengelola pesanan, memperbaiki pemasaran, dan terus mengembangkan produk.
Bagi pelaku usaha muda, Invalid.jp menjadi contoh bahwa bisnis tidak selalu harus dimulai dengan modal besar atau produk rumit. Yang dibutuhkan adalah kejelian melihat peluang, konsistensi, dan kesiapan untuk belajar dari lonjakan maupun tantangan yang datang tiba-tiba.
Image Source: CNBC Indonesia
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi