CZ Klaim AI Akan Hilangkan Pekerjaan Orang Ber-IQ Tinggi


Surakarta, 13 April 2026 - Changpeng Zhao (CZ), pendiri Binance, kembali membuat pernyataan yang mengguncang dunia kerja. Melalui akun X pribadinya pada Senin (13 April 2026), CZ menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengancam pekerjaan rutin, tetapi juga profesi yang selama ini dianggap aman bagi orang-orang dengan kecerdasan kognitif tinggi. “AI akan membuat semua orang pintar kehilangan pekerjaan, jadi seharusnya saya aman,” tulis CZ dengan nada ironis.
Pernyataan CZ ini semakin menguatkan kekhawatiran global tentang disrupsi AI terhadap pasar tenaga kerja. Menurut World Economic Forum (WEF) dalam laporan Future of Jobs 2026, hingga tahun 2030 diperkirakan 85 juta pekerjaan akan hilang karena otomatisasi dan AI, sementara hanya 97 juta pekerjaan baru yang tercipta. Yang mengejutkan, banyak pekerjaan baru tersebut membutuhkan kombinasi keterampilan teknis dan soft skills yang saat ini masih langka di kalangan tenaga kerja.
Senada dengan CZ, CEO BlackRock Larry Fink juga memberikan peringatan keras. Fink menyebut bahwa lulusan perguruan tinggi tahun 2026 yang baru memasuki dunia kerja berpotensi menghadapi tingkat pengangguran tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, meskipun tanpa adanya resesi ekonomi. “AI is going to disrupt many of those types of jobs,” ujar Fink. Menurutnya, kecepatan perkembangan AI mengubah lanskap pekerjaan secara dramatis. Meski AI menciptakan lapangan pekerjaan baru, tenaga kerja saat ini belum siap mengisinya karena kurangnya keterampilan adaptasi.
Data Federal Reserve Bank of New York mendukung kekhawatiran ini. Tingkat pengangguran di kalangan lulusan baru berusia 22–27 tahun mencapai 5,6–5,8%, dengan tingkat underemployment (bekerja di posisi di bawah kualifikasi) mencapai rekor 42%. McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa hingga 45% aktivitas kerja saat ini bisa diotomatisasi dalam 10 tahun ke depan, terutama di bidang analisis data, administrasi, customer service, dan bahkan coding tingkat menengah.
Bagi Indonesia, peringatan ini sangat relevan. Survei Bank Dunia dan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan tingkat pengangguran terbuka lulusan sarjana muda mencapai 7–8%, dengan underemployment yang lebih tinggi di kalangan jurusan sosial-humaniora. Pakar dari LPEM UI menyarankan agar generasi muda segera meningkatkan literasi AI, prompt engineering, critical thinking, kreativitas, dan kemampuan mengelola teknologi.
CZ sendiri dikenal sebagai pengusaha visioner yang sering membahas dampak AI terhadap masa depan pekerjaan. Pernyataannya ini menjadi pengingat bahwa di era AI, kecerdasan manusia saja tidak lagi cukup. Yang dibutuhkan adalah kemampuan beradaptasi, terus belajar, dan bekerja sama dengan AI sebagai mitra, bukan kompetitor.
Di tengah maraknya PHK massal di perusahaan teknologi besar seperti Oracle (30 ribu karyawan), Amazon (16 ribu), dan Intel (25 ribu), peringatan CZ dan Fink menjadi panggilan bagi generasi muda Indonesia untuk segera mempersiapkan diri. Mereka yang mampu menggabungkan kemampuan manusiawi dengan kekuatan AI justru akan menjadi aset paling berharga di masa depan.
Sumber gambar: Technext
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi