Dari Ruang 4x6 Meter, Bisnis Logistik Ini Tumbuh Jadi Platform Digital


Surakarta, 30 Agustus 2026 - Andree Susanto melihat persoalan distribusi saat menjalankan bisnis sebagai distributor. Biaya logistik yang tinggi kemudian mendorongnya membangun solusi yang lebih efisien. Pada 2017, Andree bersama sahabat kuliahnya, Edwin Wibowo, mendirikan Waresix.
Bisnis tersebut awalnya hanya menyediakan gudang sesuai permintaan (on-demand warehouse), dengan lima karyawan dan kantor sederhana berukuran 4x6 meter di atas tempat cuci mobil di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Kantor itu hanya muat satu meja besar dengan beberapa bangku di sekelilingnya. Namun, keduanya sejak awal tidak ingin berhenti di bisnis pergudangan.
Visi Integrasi Logistik Digital
Mereka membangun visi untuk mengintegrasikan transportasi, pergudangan, hingga pengiriman dalam satu platform digital. Masalah yang ingin diselesaikan adalah rantai logistik Indonesia yang masih terfragmentasi. Pasokan dan permintaan pengiriman yang tidak terhubung membuat armada serta gudang tidak terutilisasi secara optimal. Proses administrasi yang masih manual dan layanan yang terpisah juga berpotensi membuat distribusi semakin panjang dan mahal.
Bagi pelaku usaha, persoalan tersebut dapat menjadi hambatan besar ketika ingin memperluas pasar ke wilayah baru. Karena itu, Waresix kemudian memperluas rantai nilainya ke transportasi darat, first-mile (operasi pelabuhan), hingga pengiriman antarpulau. Pendekatan tersebut membuat pelanggan dapat mengakses layanan logistik secara lebih terintegrasi melalui satu penyedia.
Pertumbuhan dan Dampak
Dalam perjalanannya, Waresix berkembang pesat. Perusahaan mengelola lebih dari 50.000 armada dan 150.000 meter persegi area pergudangan. Platform tersebut juga telah digunakan lebih dari 1.500 pelanggan dan menciptakan sekitar 800 lapangan kerja. Waresix telah menerima pendanaan signifikan, termasuk Series A sebesar US$25,5 juta (2019) dan Series B hingga US$100 juta (2020), serta meraih berbagai penghargaan seperti Most Inspiring Startup dari CNBC.
Kisah Andree dan Edwin menunjukkan bahwa peluang bisnis tidak selalu muncul dari menciptakan kebutuhan baru. Masalah operasional yang berulang, biaya tinggi, serta proses yang tidak efisien justru bisa menjadi celah untuk membangun bisnis berbasis teknologi. Dengan fokus pada efisiensi logistik, Waresix berkontribusi menurunkan biaya distribusi dan mendukung pertumbuhan usaha di seluruh Indonesia.
Dari ruang kecil 4x6 meter dengan lima karyawan, Waresix tumbuh menjadi salah satu integrator logistik digital terbesar di Indonesia. Perjalanan Andree Susanto membuktikan bahwa solusi atas masalah nyata yang dihadapi pelaku usaha sehari-hari dapat menjadi fondasi bisnis yang berdampak luas, asalkan dijalankan dengan visi jangka panjang dan pemanfaatan teknologi.
Image Source: Tribunnews
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi