Dharma Pongrekun Sebut Hantavirus sebagai Alat Bisnis dan Kontrol Global

5/16/20262 min baca

red and black round fruits
red and black round fruits

Surakarta, 16 Mei 2026 - Dharma Pongrekun, pengamat biopolitik dan geopolitik yang juga purnawirawan Polri bintang tiga, menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap isu hantavirus. Menurutnya, virus ini kerap dijadikan alat bisnis dan mekanisme kontrol terhadap masyarakat global.

“Dari dulu namanya virus, tujuannya untuk itu (bisnis dan kontrol global), makanya mereka mengeluarkan germ theory,” ujar Pongrekun dalam wawancara di iNews TV pada Jumat (15 Mei 2026). Ia menambahkan bahwa rasa takut terhadap virus adalah “jualan yang paling ampuh” untuk berbagai kepentingan. Pernyataannya menuai dukungan signifikan di media sosial, di mana banyak warganet setuju dengan pandangannya yang kritis terhadap narasi kesehatan global.

Pongrekun, yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) periode 2019–2021 serta lulusan Akpol 1988, dikenal vokal menyuarakan pandangan alternatif terkait isu kesehatan dan geopolitik, termasuk selama pandemi Covid-19.

Fakta Medis Hantavirus dan Wabah MV Hondius

Berbeda dengan pandangan tersebut, otoritas kesehatan dunia mengakui hantavirus sebagai patogen nyata yang berbahaya. Virus ini ditularkan melalui kontak dengan kotoran, urine, atau air liur hewan pengerat (rodent-borne zoonosis). Di Amerika, varian seperti Andes virus dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dengan tingkat kematian (case fatality rate) antara 30–50%, bahkan mencapai 60% pada beberapa strain.

Pada wabah terkini di kapal pesiar MV Hondius (April–Mei 2026), WHO melaporkan total 11 kasus (8 terkonfirmasi) dengan 3 kematian (case fatality ratio sekitar 27%). Kapal tersebut berlayar dari Ushuaia, Argentina, menuju Antartika dan Atlantik Selatan. Beberapa penumpang dievakuasi ke berbagai negara untuk perawatan. Ini menjadi salah satu klaster hantavirus paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir karena melibatkan lingkungan tertutup di kapal.

Kementerian Kesehatan RI juga melaporkan kasus hantavirus di Indonesia dalam tiga tahun terakhir, meski jumlahnya terbatas. Pakar kesehatan menekankan pentingnya pencegahan melalui higiene, menghindari kontak dengan tikus, dan pemantauan di area rawan.

Reaksi dan Konteks

Pernyataan Pongrekun memicu perdebatan publik. Sebagian mendukungnya sebagai bentuk skeptisisme terhadap narasi resmi, sementara pihak lain mengingatkan bahaya penyebaran informasi yang dapat mengurangi kewaspadaan terhadap penyakit yang berpotensi mematikan. Para ahli kesehatan mendorong pendekatan “One Health” yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk mencegah wabah serupa.

Hantavirus memang jarang terjadi, tetapi memiliki dampak serius ketika muncul. Tidak ada vaksin atau pengobatan antiviral khusus yang disetujui secara luas, sehingga pengobatan bersifat suportif (perawatan gejala).

Kasus ini kembali menunjukkan polarisasi pandangan masyarakat terhadap isu kesehatan global di era pasca-pandemi.

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi