Dokter Gigi Ini Tinggalkan Profesi, Malah Bangun Startup Senilai Rp38 Triliun

8/27/20262 min baca

Dokter Gigi Ini Tinggalkan Profesi, Malah Bangun Startup Senilai Rp38 Triliun
Dokter Gigi Ini Tinggalkan Profesi, Malah Bangun Startup Senilai Rp38 Triliun

Surakarta, 27 Agustus 2026 - Seunggun Lee (Lee Seung-gun) awalnya bekerja sebagai dokter gigi di Korea Selatan, termasuk di rumah sakit afiliasi Samsung setelah lulus dari Seoul National University. Namun, ia melihat masalah besar dalam layanan perbankan konvensional yang rumit—transfer uang bisa membutuhkan puluhan langkah dan banyak kata sandi—lalu memilih meninggalkan profesinya untuk membangun startup fintech.

Pada 2013–2014, Lee mendirikan Viva Republica dan kemudian meluncurkan Toss, aplikasi transfer uang peer-to-peer yang menawarkan layanan perbankan jauh lebih sederhana. Ia menggelontorkan sekitar US$400.000 (setara miliaran rupiah) sebagai modal awal, yang berasal dari tabungan dan pinjaman bank.

Perjuangan Melawan Regulasi dan Keraguan

Perjalanannya tidak langsung mulus. Lee bahkan harus menghabiskan waktu sekitar satu tahun untuk meyakinkan regulator Korea Selatan karena layanan transfer P2P yang ingin dibuatnya sempat dianggap ilegal. Setelah aturan dilonggarkan pada 2015, Toss resmi diluncurkan.

Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Lee masih menghadapi penolakan dari orang tuanya yang kecewa karena ia meninggalkan karier sebagai dokter gigi—profesi yang dianggap prestisius dan stabil. Ia sendiri mengaku sempat mengalami delapan kegagalan bisnis sebelumnya, mulai dari ide media sosial hingga aplikasi voting, sebelum akhirnya menemukan formula yang tepat melalui aplikasi seluler transfer uang.

Menjadi Unicorn Pertama Korea di Bidang Fintech

Kerja keras tersebut mulai menarik perhatian investor. Altos Ventures menjadi investor pertama Toss, sebelum kemudian diikuti nama besar seperti PayPal, Sequoia China, dan GIC. Pada Desember 2018, Toss mendapatkan pendanaan US$80 juta yang membuat valuasinya menembus US$1,2 miliar, sekaligus menjadikannya salah satu unicorn fintech pertama Korea Selatan.

Valuasi Toss kemudian terus meningkat hingga mencapai sekitar US$2,2 miliar (setara Rp38 triliun lebih pada kurs saat itu). Dalam waktu kurang dari lima tahun, aplikasinya telah memiliki jutaan pengguna (mencapai 10–14 juta) dan memproses pembayaran senilai puluhan miliar dolar AS.

Dari Transfer Uang ke Super App Finansial

Lee kemudian memperluas Toss dari sekadar aplikasi transfer uang menjadi platform finansial menyeluruh (super app). Layanannya mencakup kartu, manajemen skor kredit, rekening tabungan, pinjaman, produk asuransi, hingga sekuritas dan perbankan digital (Toss Bank). Kini Toss telah berkembang menjadi salah satu platform keuangan digital paling berpengaruh di Korea Selatan dengan puluhan juta pengguna.

Kisah Seunggun Lee menunjukkan bahwa keberanian meninggalkan zona nyaman, ketekunan menghadapi kegagalan berulang, dan fokus menyelesaikan masalah nyata pengguna dapat menghasilkan perusahaan bernilai triliunan rupiah. Dari dokter gigi yang frustrasi dengan sistem perbankan rumit, ia berhasil membangun salah satu fintech paling sukses di Asia.

Perjalanan Lee dari ruang praktik dokter gigi ke kursi CEO unicorn fintech adalah bukti bahwa inovasi sering lahir dari pengalaman pribadi menghadapi ketidaknyamanan sistem lama. Dengan modal terbatas, regulasi yang menantang, dan dukungan investor yang percaya pada visinya, Toss tumbuh menjadi platform yang mengubah cara jutaan orang Korea mengelola keuangan sehari-hari.

Image Source: Chosun

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi