Drone Misterius Hantam Pangkalan RAF Akrotiri Siprus: UK Tegaskan Bukan dari Iran

3/6/20262 min baca

Drone Misterius Hantam Pangkalan RAF Akrotiri Siprus: UK Tegaskan Bukan dari Iran, Diduga Hezbollah, Pertahanan Diperkuat
Drone Misterius Hantam Pangkalan RAF Akrotiri Siprus: UK Tegaskan Bukan dari Iran, Diduga Hezbollah, Pertahanan Diperkuat

Surakarta, 6 Maret 2026 – Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) di Akrotiri, Siprus, menjadi sasaran serangan drone misterius pada malam Senin (2 Maret 2026). Insiden ini memicu kewaspadaan tinggi di kawasan Mediterania Timur dan langsung dikaitkan dengan eskalasi konflik Iran–AS–Israel. Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) secara resmi mengonfirmasi serangan tersebut melalui unggahan di X pada Kamis (5 Maret 2026), namun dengan tegas menyatakan bahwa drone tersebut bukan diluncurkan dari wilayah Iran.

Menurut MoD, drone tipe Shahed-like (mirip model Iran) berhasil menembus pertahanan udara dan mengenai hangar yang digunakan pesawat pengintai U-2 milik AS. Kerusakan terjadi pada runway dan beberapa fasilitas pendukung, meski tidak ada korban jiwa. Dua drone lain yang mengarah ke pangkalan berhasil dicegat oleh pasukan Inggris dan Yunani pada hari yang sama. Pemerintah Siprus melaporkan bahwa serangan ini menyebabkan evakuasi sementara keluarga personel militer dan penduduk sipil di sekitar pangkalan.

Meski Iran langsung dituding sebagai dalang karena kemiripan tipe drone dengan Shahed-136 yang sering digunakan Teheran, hasil investigasi pertahanan Inggris menunjukkan drone diluncurkan dari luar wilayah Iran — kemungkinan besar oleh kelompok milisi pro-Iran seperti Hezbollah dari Lebanon atau dari wilayah barat Irak. “Berdasarkan tipe, jangkauan, dan kemampuan drone, kami dapat memastikan bahwa drone tersebut tidak diluncurkan dari Iran,” tegas juru bicara MoD, seperti dikutip The Guardian dan Reuters.

Serangan ini terjadi di tengah ketegangan besar pasca-kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan AS-Israel. Iran telah melancarkan serangkaian serangan balasan ke fasilitas AS di Teluk dan kini tampaknya memperluas target ke pangkalan sekutu Barat di luar kawasan langsung. Pangkalan Akrotiri sendiri sangat strategis karena digunakan AS dan Inggris untuk operasi pengintaian dan logistik di Timur Tengah, termasuk mendukung serangan ke Iran.

Respons Inggris cepat. Menteri Pertahanan John Healey langsung terbang ke Siprus untuk bertemu pejabat setempat dan memperkuat pertahanan. Sistem pertahanan udara ditingkatkan, helikopter Angkatan Laut Wildcat yang dilengkapi rudal Martlet disiagakan, dan keluarga personel militer dievakuasi. Di Siprus, insiden ini memicu demonstrasi dan tuntutan agar Inggris menutup pangkalan militernya di pulau tersebut, karena warga khawatir terseret ke konflik Iran.

Hingga saat ini, Inggris dan sekutunya masih menyelidiki pelaku pasti di balik serangan. Namun, para analis militer seperti dari International Institute for Strategic Studies (IISS) menilai serangan ini menunjukkan kemampuan Iran dan proksinya untuk menjangkau target jauh di luar kawasan utama, sekaligus menguji sistem pertahanan NATO di Mediterania.

Situasi di Timur Tengah semakin tegang, dengan risiko konflik meluas ke Eropa semakin nyata. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga menyatakan keprihatinan dan mengimbau semua pihak menahan diri agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut.

Sumber gambar: Euronews