Elon Musk Cuan Rp1.086 Triliun di Tengah Konflik Iran-AS: Kekayaan Melonjak Jadi US$839 Miliar

3/9/20261 min baca

elon musk
elon musk

Surakarta, 9 Maret 2026 – Meski dunia diguncang eskalasi militer Iran-AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari 2026, kekayaan Elon Musk justru melonjak tajam. Menurut data Forbes Real-Time Billionaires per akhir Februari 2026, kekayaan CEO Tesla dan SpaceX bertambah US$64 miliar atau setara Rp1,086 triliun hanya dalam satu bulan. Total kekayaannya kini mencapai US$839 miliar, memperkuat posisinya sebagai orang terkaya di dunia yang sulit tergoyahkan.

Lonjakan ini terutama didorong oleh kenaikan valuasi SpaceX yang mencapai US$800 miliar setelah tender offer sukses, serta kinerja saham Tesla yang naik signifikan berkat kemajuan proyek Full Self-Driving dan robot humanoid Optimus. Musk juga memiliki porsi besar di xAI, perusahaan kecerdasan buatan yang semakin agresif bersaing dengan OpenAI. Kepemilikan sahamnya di ketiga perusahaan tersebut mencapai sekitar 43% secara gabungan, membuatnya sangat sensitif terhadap sentimen pasar teknologi dan ruang angkasa.

Konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak justru memberikan efek tidak langsung positif bagi Musk. Starlink, layanan internet satelit SpaceX, semakin dibutuhkan di zona konflik, termasuk laporan penggunaan di wilayah Iran dan sekitarnya untuk komunikasi darurat. Selain itu, kontrak pertahanan dan eksplorasi luar angkasa SpaceX dengan pemerintah AS juga semakin menguat di tengah ketegangan geopolitik.

Analis dari Bloomberg Intelligence memprediksi bahwa jika rencana Initial Public Offering (IPO) SpaceX terealisasi akhir tahun ini, kekayaan Musk berpotensi menembus US$1 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hal ini akan menjadikannya orang pertama yang mencapai status trillionaire secara resmi.

Di tengah huru-hara Iran-AS, pernyataan Trump yang ingin ikut menentukan pemimpin baru Iran justru semakin mempertegas posisi Musk sebagai figur bisnis yang tetap diuntungkan di balik gejolak global. Forbes mencatat bahwa Musk adalah peraih keuntungan terbesar sepanjang Februari 2026, jauh mengungguli miliarder lain seperti Mark Zuckerberg atau Jeff Bezos.

Kekayaan Musk yang terus melesat ini menjadi kontras tajam dengan dampak konflik yang dirasakan dunia, termasuk kenaikan harga energi dan ketidakpastian ekonomi global. Namun, bagi Musk, tahun 2026 tampaknya akan menjadi tahun yang sangat menguntungkan.