Elon Musk Janji Donasikan Seluruh Kemenangan Gugatan Lawan OpenAI
Surakarta, 18 Maret 2026 – Elon Musk kembali membuat gebrakan dengan menyatakan bahwa jika memenangkan gugatan hukum terhadap OpenAI dan Microsoft, ia akan mendonasikan seluruh kerugian yang diperoleh ke badan amal. Pernyataan ini disampaikan Musk melalui unggahan di X pada Selasa (17 Maret 2026). “Omong-omong, hasil dari kemenangan hukum apa pun dalam kasus OpenAI akan disumbangkan ke badan amal. Saya sama sekali tidak akan memperkaya diri sendiri,” tulisnya.
Gugatan yang diajukan Musk sejak Maret 2024 menuntut ganti rugi antara US$79 miliar hingga US$134 miliar (setara Rp1.330 triliun hingga Rp2.275 triliun dengan kurs Rp17.000 per dolar AS). Musk mengklaim OpenAI telah mengkhianati misi asli perusahaan yang didirikan bersama pada 2015 sebagai organisasi nirlaba untuk mengembangkan AI demi kepentingan umat manusia. Ia menuduh OpenAI berubah menjadi perusahaan berorientasi profit setelah mendapat investasi besar dari Microsoft, sehingga mengabaikan komitmen awal.
Musk mengatakan bahwa ia berhak atas porsi signifikan dari valuasi OpenAI yang kini mencapai US$500 miliar, karena menyumbangkan modal awal sekitar US$38 juta untuk pendirian perusahaan. Namun, OpenAI dan Microsoft membantah keras klaim tersebut. Dalam tanggapan resmi, OpenAI menyatakan bahwa Musk “tidak pernah memiliki saham atau hak kepemilikan di OpenAI” dan bahwa kontribusinya hanyalah donasi sukarela tanpa ikatan kepemilikan. Microsoft juga menegaskan bahwa perjanjian antara OpenAI dan Microsoft tidak melanggar misi asli perusahaan.
Kasus ini semakin memanas setelah hakim federal pada Desember 2025 menolak mosi OpenAI untuk membatalkan gugatan, sehingga proses persidangan berlanjut. Musk juga mengajukan gugatan baru pada awal 2026 yang menuntut OpenAI membuka kode sumber model-modelnya sebagai bukti bahwa perusahaan telah menyimpang dari misi nirlaba. Pengacara Musk, Alex Spiro, menyebut kasus ini sebagai “pertarungan untuk masa depan AI yang terbuka dan aman bagi umat manusia”.
Jika menang, jumlah donasi yang dijanjikan Musk bisa menjadi salah satu donasi terbesar dalam sejarah, melampaui donasi Bill Gates dan Warren Buffett melalui Giving Pledge. Musk telah dikenal sebagai filantropis melalui Musk Foundation, meskipun donasinya sering dikritik karena lebih banyak ke arah proyek pribadi seperti Neuralink dan xAI.
Di tengah konflik hukum ini, valuasi OpenAI terus melonjak berkat kesuksesan ChatGPT dan model GPT-4o, sementara xAI milik Musk juga semakin agresif dengan rilis Grok-3. Kasus ini menjadi salah satu pertarungan hukum paling signifikan di industri AI, yang tidak hanya memperebutkan uang, tapi juga visi masa depan teknologi.
