Elon Musk Pamerkan Robotaxi Tanpa Pengawas di Austin: Saham Tesla Melonjak 4,1% ke US$449
Surakarta, 26 Januari 2026 - CEO Tesla Elon Musk kembali mencuri perhatian dengan memposting video demonstrasi Robotaxi di Austin, Texas, yang diklaim beroperasi sepenuhnya tanpa pengawas keamanan (safety monitor) di dalam mobil. Video tersebut, yang diunggah Musk di akun X-nya pada 22 Januari 2026, menunjukkan kendaraan otonom Tesla menavigasi jalanan kota dengan mulus, menjadi milestone penting dalam visi Musk untuk layanan taksi tanpa supir. "Just started Tesla Robotaxi drives in Austin with no safety monitor in the car," tulis Musk, menandai langkah maju dari pengujian sebelumnya yang masih memerlukan pengawas manusia. Pengumuman ini langsung memicu lonjakan saham Tesla (TSLA) sebesar 4,1%, menutup di level US$449 per saham, menurut data Yahoo Finance, dengan volume perdagangan yang tinggi pasca-postingan tersebut.
Demonstrasi ini merupakan kelanjutan dari event We Robot Tesla pada Oktober 2025, di mana Musk meluncurkan Cybercab—prototipe Robotaxi tanpa setir atau pedal—dengan target produksi massal pada 2027 dan harga di bawah US$30.000 per unit. Di Austin, yang menjadi kota uji coba utama sejak Juni 2025, Robotaxi kini diklaim mampu beroperasi tanpa intervensi manusia, meskipun masih terbatas pada rute tertentu di area residensial. Livestream dari user X seperti @JoshWest247 pada Juni 2025 menunjukkan sighting awal Robotaxi tanpa chase car di jalanan Austin, tapi post terbaru Musk menegaskan bahwa no safety monitor inside, meskipun beberapa kritik menyebut ada mobil Tesla hitam yang mengikuti dari belakang sebagai pengawas darurat, seperti yang dilaporkan Barron's dan Electrek pada 23 Januari 2026. Musk membantah kritik tersebut di X, menyatakan bahwa ini adalah langkah nyata menuju full autonomy, dengan rencana ekspansi ke 1.000 unit di Austin pada akhir 2026.
Lonjakan saham Tesla ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap visi Musk, meskipun ada skeptisisme. Morgan Stanley, dalam note pada 23 Januari 2026, reiterasi forecast 1.000 robotaxi di jalan pada akhir tahun, dengan peningkatan price target TSLA ke US$500, karena potensi revenue dari layanan ride-hailing otonom yang diprediksi mencapai US$10 miliar annually pada 2030. Namun, kritik dari r/RealTesla di Reddit menyoroti bahwa demo ini masih scripted, dengan chase car yang terlihat dalam video, menuduh Musk melakukan misleading marketing seperti kasus Full Self-Driving (FSD) sebelumnya. Tesla sendiri menyatakan bahwa Robotaxi di Austin adalah bagian dari pengujian unsupervised FSD, dengan rencana perluasan ke kota lain seperti Los Angeles pada Q2 2026, seperti yang diungkap Musk di podcast dengan Peter Diamandis.
Di Indonesia, berita ini menjadi inspirasi bagi startup mobility seperti Gojek, yang mulai uji coba AI untuk optimalisasi rute, meskipun regulasi OJK dan Kemenhub masih membatasi otonom penuh. Dengan saham TSLA yang naik, ini juga mempengaruhi investor lokal yang pegang aset tech AS. Meski demikian, Tesla masih hadapi tantangan regulasi dari NHTSA AS terkait safety, yang bisa memperlambat rollout Robotaxi.
