Elon Musk Prediksi Jumlah Robot Akan Melebihi Manusia di Masa Depan

1/23/20262 min baca

a robot standing in front of a white wall
a robot standing in front of a white wall

Surakarta, 23 Januari 2026 - CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali membuat pernyataan berani di World Economic Forum (WEF) Davos 2026, memprediksi bahwa suatu hari nanti jumlah robot humanoid akan melampaui populasi manusia, menciptakan era kemakmuran universal di mana pekerjaan menjadi opsional dan kelimpahan barang serta jasa menjadi norma. Pernyataan ini disampaikan Musk selama sesi diskusi dengan CEO BlackRock Larry Fink pada 23 Januari 2026, di mana ia menekankan peran AI dan robotika dalam mengubah struktur masyarakat. "Prediksi saya adalah akan ada lebih banyak robot daripada manusia. Robot akan memenuhi semua kebutuhan manusia, sehingga Anda bahkan tidak bisa memikirkan tugas baru untuk mereka," ujar Musk, menambahkan bahwa ini akan memicu ledakan ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa Tesla sedang mengembangkan robot humanoid Optimus untuk tugas sederhana seperti pengasuhan anak atau perawatan hewan peliharaan, serta robotaxi otonom untuk transportasi, yang akan menjadi fondasi perubahan ini.

Musk memperkirakan bahwa Optimus akan mulai melakukan tugas sederhana di pabrik pada akhir 2026 dan dijual ke publik pada akhir 2027, dengan produksi massal yang bisa mencapai miliaran unit pada 2040, berpotensi melebihi populasi manusia yang saat ini 8,2 miliar jiwa menurut Population Matters. Saat ditanya Fink tentang skala produksi, Musk menjawab bahwa jumlah robot akan melonjak saat mereka mampu menangani tugas kompleks, menciptakan abundance di mana robot "saturate all human needs" dan membuat pekerjaan seperti hobi opsional. Prediksi ini selaras dengan proyeksi Departemen Ekonomi dan Sosial PBB (UN DESA), yang memperkirakan populasi dunia mencapai 9,7 miliar pada 2050 dan 11,2 miliar pada 2100, sementara Musk yakin robot bisa berkembang lebih cepat melalui produksi eksponensial. Di podcast "Moonshots with Peter Diamandis" pada Januari 2026, Musk menambahkan bahwa ini adalah "benign scenario" di mana robot membawa prosperity untuk semua, tapi memerlukan regulasi untuk hindari skenario dystopian.

Prediksi Musk bukan baru; pada Tesla AI Day 2022, ia pernah bilang Optimus bisa mencapai miliaran unit, dan di WEF Davos tahun ini, ia perkirakan robot outnumber humans dalam 20 tahun, dengan Tesla memimpin melalui produksi 1 miliar unit Optimus pada 2040. Namun, kritik muncul dari kalangan seperti WIRED, yang menyoroti bahwa prediksi Musk sering meleset, seperti self-driving Tesla yang tertunda, dan mempertanyakan kesiapan infrastruktur untuk miliaran robot pada 2040. Pakar seperti Demis Hassabis dari DeepMind di Davos 2026 menambahkan bahwa AI akan kurangi pekerjaan junior, tapi ciptakan peluang baru, selaras dengan prediksi Musk tentang abundance tapi dengan risiko PHK massal. Di Indonesia, prediksi ini relevan dengan program pelatihan AI pemerintah yang target 5 juta SDM pada 2030, untuk antisipasi perubahan kerja akibat robotika. Meski demikian, visi Musk memicu diskusi global tentang etika AI dan dampak sosial, dengan harapan teknologi membawa kemakmuran tanpa ketimpangan.