Elon Musk Ubah Cara Rekrutmen Tesla: Tak Butuh CV, Cukup Ceritakan 3 Masalah Teknis Tersulit

2/25/20262 min baca

a woman is reading a resume at a table
a woman is reading a resume at a table

Surakarta, 25 Februari 2026 - Elon Musk kembali membuat gebrakan dalam dunia rekrutmen karyawan. CEO Tesla ini mengumumkan bahwa proses perekrutan untuk tim desain chip Artificial Intelligence (AI) tidak lagi memerlukan curriculum vitae (CV) atau surat lamaran tradisional. Sebagai gantinya, calon karyawan hanya diminta mengirimkan tiga poin singkat tentang masalah teknis tersulit yang pernah mereka selesaikan. "Tiga poin singkat mengenai masalah teknis tersulit yang pernah Anda selesaikan," tulis Musk di akun X-nya pada 21 Januari 2026. Ia menambahkan bahwa jika ketiga poin tersebut tidak menarik baginya, maka tidak perlu dibahas lebih lanjut.

Pernyataan ini disampaikan Musk saat mencari talenta untuk tim pengembangan superkomputer AI Dojo 3 milik Tesla. Dojo 3 merupakan generasi terbaru dari superkomputer internal Tesla yang dirancang khusus untuk melatih sistem kecerdasan buatan, terutama untuk proyek Full Self-Driving (FSD) dan robot humanoid Optimus. Menurut Musk, cara rekrutmen konvensional dengan CV sering kali tidak mencerminkan kemampuan nyata seseorang dalam menyelesaikan masalah kompleks, yang justru menjadi inti dari pekerjaan di Tesla.

Pendekatan ini bukan yang pertama kali dilakukan Musk. Sebelumnya, ia pernah menyatakan bahwa di SpaceX dan Tesla, kemampuan memecahkan masalah teknis jauh lebih penting daripada latar belakang pendidikan formal atau pengalaman kerja yang tercantum di CV. Dalam sebuah wawancara dengan Lex Fridman pada 2024, Musk mengatakan bahwa ia lebih suka merekrut orang yang bisa "membuktikan diri melalui hasil kerja nyata" daripada yang hanya pandai menulis resume. Pendekatan ini sejalan dengan filosofi hiring di perusahaan teknologi besar seperti Google dan Apple, yang juga mulai mengurangi ketergantungan pada CV dan lebih fokus pada tes kemampuan teknis serta problem-solving.

Reaksi terhadap pengumuman Musk beragam. Banyak talenta muda di bidang AI dan rekayasa perangkat keras menyambut positif karena merasa proses ini lebih adil dan merit-based. Namun, sebagian pihak mengkritik bahwa cara ini bisa merugikan pelamar yang kurang percaya diri dalam menulis atau yang memiliki pengalaman tidak terstruktur. Meski demikian, Musk tetap teguh dengan pendekatannya, menekankan bahwa Tesla membutuhkan orang-orang yang mampu berpikir cepat dan menyelesaikan tantangan teknis ekstrem.

Dengan kebijakan baru ini, Tesla semakin menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang mengutamakan inovasi dan kemampuan nyata, bukan sekadar formalitas dokumen. Bagi para calon karyawan, ini menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan tanpa terhalang oleh CV yang kurang sempurna.