Gelombang PHK di Sektor Teknologi: Amazon dan LinkedIn Pangkas Ribuan Karyawan demi Fokus ke AI
Surakarta, 17 Mei 2026 - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri teknologi global masih terus berlangsung sepanjang 2026. Dalam beberapa hari terakhir, tiga perusahaan besar — Amazon, LinkedIn, dan Cisco — mengumumkan pemangkasan karyawan sebagai bagian dari strategi restrukturisasi dan pengalihan anggaran besar-besaran ke pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta infrastruktur pendukungnya.
Amazon kembali melakukan PHK meski sudah memangkas sekitar 30.000 pekerjaan sejak Oktober 2025. Gelombang terbaru ini menyasar Divisi Selling Partner Services, yang mendukung jutaan penjual pihak ketiga di platform Amazon. Menurut juru bicara perusahaan, pemangkasan ini hanya berdampak pada “sejumlah kecil karyawan”. Amazon menyatakan keputusan ini diambil setelah tinjauan organisasi untuk meningkatkan efisiensi, termasuk melalui otomatisasi berbasis AI. Perusahaan juga memangkas karyawan di divisi robotika sebelumnya.
LinkedIn (milik Microsoft) memangkas sekitar 875 karyawan atau sekitar 5% dari total tenaga kerjanya yang mencapai lebih dari 17.500 orang secara global. Pemangkasan ini diumumkan CEO Daniel Shapero melalui memo internal pada 13 Mei 2026. Meski perusahaan baru saja mencatat rekor pendapatan lebih dari US$5 miliar dalam satu kuartal dengan pertumbuhan 12% year-on-year, LinkedIn tetap melakukan reorganisasi untuk fokus pada area pertumbuhan tertinggi. Pemangkasan terjadi di tim Global Business Organization, marketing, engineering, dan product.
Cisco mengumumkan pemangkasan hampir 4.000 karyawan (kurang dari 5% dari total tenaga kerja) pada 14 Mei 2026. Langkah ini dilakukan meski perusahaan mencatat rekor pendapatan kuartalan sebesar US$15,8 miliar (naik 12%). CEO Chuck Robbins menyatakan pemangkasan bertujuan mengubah struktur biaya agar lebih banyak investasi dialokasikan ke AI, cybersecurity, dan infrastruktur jaringan generasi mendatang. Saham Cisco langsung melonjak hingga 15% pasca-pengumuman.
Tren yang Lebih Luas
PHK ini bukan kasus terisolasi. Sepanjang 2026, lebih dari 130.000–136.000 karyawan di sektor teknologi telah kehilangan pekerjaan. Perusahaan lain seperti Meta, Block, Oracle, Cloudflare, dan Coinbase juga melakukan langkah serupa. Alasan utama yang berulang adalah perusahaan ingin mengalihkan sumber daya dari pekerjaan rutin ke pengembangan AI, otomatisasi, dan infrastruktur data center yang sangat mahal.
Analis menilai paradoks ini mencerminkan transisi besar di industri teknologi: perusahaan memangkas tenaga kerja manusia untuk membiayai investasi AI yang diharapkan akan meningkatkan produktivitas jangka panjang. Namun, di sisi lain, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak sosial dan kesenjangan keterampilan di pasar kerja.
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi