Guru TK Ini Raup Rp2,2 Miliar Setahun dari Jualan Modul Belajar


Surakarta, 2 November 2026 - Becky Powell membuktikan bahwa pekerjaan sebagai guru taman kanak-kanak bisa membuka peluang bisnis yang menjanjikan. Dari menjual modul dan lembar kerja pembelajaran digital, ia meraup US$125.500 atau sekitar Rp2,2 miliar sepanjang 2022. Pendapatan itu setara rata-rata lebih dari US$10.400 per bulan, dan sebagian besar bersifat pasif karena materi yang dibuat bertahun-tahun sebelumnya masih terus terjual.
Kisahnya bermula pada 2015 saat Becky sedang cuti melahirkan. Seorang teman menyarankan agar ia memanfaatkan waktu tidur siang anaknya untuk menghasilkan uang tambahan. Becky yang sudah terbiasa membuat lembar kerja untuk murid-muridnya kemudian memutuskan menjual materi tersebut kepada sesama guru. Ia memilih platform Teachers Pay Teachers, semacam “Etsy-nya para pendidik”, yang memungkinkan guru saling berbagi dan menjual sumber belajar digital.
Becky membuka toko daring bernama Sight Word Activities yang berfokus pada materi literasi, khususnya pengajaran sight words (kata-kata yang sering muncul dan harus dikenali secara cepat) untuk anak usia dini hingga kelas satu. Ia menyediakan modul gratis maupun berbayar, dengan harga tertinggi mencapai US$30 untuk paket berisi puluhan lembar kerja. Saat ini tokonya memiliki ratusan produk dan rating tinggi dari ribuan pembeli.
Keunggulan model bisnis ini terletak pada efisiensi. Becky tidak perlu menciptakan produk baru dari nol setiap hari. Ia cukup menyempurnakan dan menjual kembali materi yang sudah dibuat serta diuji di kelasnya sendiri. “Saya menyebut murid-murid saya sebagai klien,” katanya sambil tertawa. Kelas menjadi laboratorium penelitian yang langsung memberi umpan balik tentang efektivitas materi.
Suaminya, Jerome, yang berprofesi sebagai insinyur komputer, ikut membantu. Ia mengoptimalkan pemasaran digital dan SEO agar toko Becky lebih mudah ditemukan. Jerome kemudian membuka toko sendiri bernama Editable Activities yang menghasilkan sekitar US$50.000 per tahun. Keduanya berstatus premium seller di platform tersebut, sehingga mendapatkan 80 persen dari setiap penjualan setelah membayar biaya langganan tahunan sekitar US$60.
Pada minggu-minggu pertama, Becky hanya memperoleh sekitar US$60—cukup untuk membayar asuransi mobil. Tiga bulan kemudian, penghasilannya sudah membantu melunasi cicilan utang pendidikan keluarga. Di tahun pertama, total pendapatan mencapai US$21.000. Delapan tahun kemudian, angka itu melonjak menjadi US$125.500. Ia mengaku hanya menghabiskan rata-rata 10 jam per minggu untuk bisnis ini, lebih banyak di musim panas agar tetap fleksibel saat musim sekolah.
Kisah Becky menunjukkan kekuatan niche market. Dengan fokus pada kebutuhan spesifik guru TK dan kelas awal—materi literasi yang praktis dan siap pakai—ia berhasil membangun aliran pendapatan pasif. Materi yang dibuat delapan tahun lalu masih menghasilkan ribuan dolar setiap tahun. “Bahkan ketika saya tidak sempat membuat produk baru, penjualan tetap masuk,” ujarnya.
Bagi para pendidik, pengalaman Becky memberi pelajaran bahwa keahlian sehari-hari di ruang kelas bisa diubah menjadi aset digital. Tidak perlu modal besar atau meninggalkan pekerjaan utama. Yang dibutuhkan adalah memahami kebutuhan sesama guru, menguji produk di lapangan, dan memanfaatkan platform yang tepat. Hasilnya, pekerjaan yang semula hanya untuk murid sendiri bisa berdampak lebih luas sekaligus memberikan kebebasan finansial.
Image Source: CNBC
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi