Indonesia Siap Mundur dari Board of Peace jika Tak Bermanfaat bagi Palestina

3/8/20261 min baca

Indonesia Siap Mundur dari Board of Peace jika Tak Bermanfaat bagi Palestina: Prabowo Janji Keras, MUI Apresiasi
Indonesia Siap Mundur dari Board of Peace jika Tak Bermanfaat bagi Palestina: Prabowo Janji Keras, MUI Apresiasi

Surakarta, 8 Maret 2026 – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Cholil Nafis mengungkapkan komitmen tegas Presiden Prabowo Subianto terkait keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP). Menurutnya, Prabowo siap menarik diri dari forum internasional tersebut jika dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Soal BoP, beliau tekad untuk kemerdekaan Palestina. Jika memang tidak untuk Palestina, beliau siap mundur,” ujar KH. Cholil Nafis dalam pernyataan yang dikutip berbagai media pada Minggu (8 Maret 2026). Ia menambahkan bahwa Presiden tidak memberikan tenggat waktu pasti, tetapi janji tersebut disampaikan dengan penuh keyakinan sebagai bentuk dukungan Indonesia terhadap Palestina.

Indonesia resmi menandatangani piagam BoP pada 22 Januari 2026 di Davos, Swiss, saat menghadiri World Economic Forum (WEF). Forum yang digagas sebagai platform dialog perdamaian global ini menuai kontroversi karena melibatkan Amerika Serikat dan Israel sebagai inisiator utama. Publik Indonesia banyak yang menentang keikutsertaan karena AS dan Israel terlibat langsung dalam serangan ke Iran pada akhir Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Prabowo sendiri dikenal konsisten mendukung Palestina. Sejak masa kampanye hingga kini, ia berulang kali menyatakan bahwa Indonesia akan terus menjadi suara bagi Palestina di forum internasional. Keikutsertaan di BoP awalnya dilihat sebagai langkah strategis untuk membawa isu Palestina ke meja dialog global. Namun, eskalasi konflik Iran-AS-Israel membuat banyak pihak mempertanyakan efektivitas forum tersebut.

KH. Cholil Nafis menegaskan bahwa sikap Prabowo ini sejalan dengan prinsip keadilan dan kemanusiaan yang selalu digaungkan bangsa Indonesia. “Beliau tidak main-main. Jika BoP hanya jadi alat politik yang tidak membawa kebaikan bagi Palestina, Indonesia lebih baik keluar,” tegasnya.

Sikap ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. MUI, sebagai representasi umat Islam terbesar, melihat janji Prabowo sebagai bukti komitmen nyata terhadap perjuangan Palestina. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa posisi Indonesia tetap konsisten mendukung solusi dua negara (two-state solution) sesuai resolusi PBB.

Di tengah situasi geopolitik yang semakin panas, keputusan Prabowo ini menjadi sorotan internasional. Banyak analis menilai langkah mundur dari BoP bisa menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak akan ragu menarik diri dari forum internasional jika tidak selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas-aktif dan kepentingan umat.

Sumber gambar: Reddit