Investor Legendaris Paul Tudor Jones Sebut Bitcoin Lebih Unggul Dibanding Emas
Surakarta, 2 Mei 2026 - Paul Tudor Jones, salah satu investor makro paling legendaris di Wall Street, kembali menegaskan keyakinannya terhadap Bitcoin (BTC) sebagai aset lindung nilai (hedge) inflasi terbaik saat ini, bahkan melampaui emas. Pernyataan ini disampaikannya dalam episode terbaru podcast Invest Like the Best bersama Patrick O’Shaughnessy yang dirilis akhir April 2026.
“Bitcoin jelas merupakan lindung nilai inflasi terbaik yang ada, lebih baik daripada emas. Bitcoin terbatas. Hanya ada sejumlah Bitcoin yang dapat ditambang,” ujar Jones. Ia menekankan bahwa pasokan Bitcoin dibatasi secara ketat hanya 21 juta koin, dengan kurang dari 1 juta koin tersisa yang bisa ditambang. Sementara itu, pasokan emas terus bertambah sekitar 1-2% setiap tahun melalui penambangan baru.
Menurut Jones, kelangkaan inheren Bitcoin membuatnya menjadi aset yang sangat menonjol di era kebijakan moneter longgar, stimulus fiskal besar-besaran, dan defisit anggaran pemerintah yang terus membengkak. Ia menyebut Bitcoin sebagai salah satu “knockout opportunities” dalam karir investasinya, selain posisinya di awal 2020 ketika pertama kali melihat potensi BTC sebagai hedge inflasi.
Paul Tudor Jones II adalah pendiri dan Chief Investment Officer Tudor Investment Corporation, hedge fund yang mengelola puluhan miliar dolar aset. Ia terkenal karena memprediksi dan meraup keuntungan besar dari Black Monday Crash 1987. Kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai US$8,1 miliar (sekitar Rp130 triliun) per 2026. Selain trading, Jones juga aktif sebagai filantropis melalui Robin Hood Foundation yang fokus mengatasi kemiskinan di New York.
Pandangan Jones terhadap Bitcoin bukan hal baru. Ia telah mendukung aset kripto sejak 2020 sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pencetakan uang berlebih oleh bank sentral. Pernyataannya kali ini datang di tengah volatilitas pasar global, ketegangan geopolitik, dan kekhawatiran inflasi yang masih membayangi meski suku bunga tinggi.
Banyak analis mencatat perbedaan fundamental antara Bitcoin dan emas. Emas memiliki sejarah ribuan tahun sebagai safe-haven, tetapi pasokannya elastis. Bitcoin, yang sering disebut “digital gold”, memiliki protokol tetap yang tidak bisa diubah tanpa konsensus mayoritas, sehingga kelangkaannya lebih absolut. Desentralisasi jaringan Bitcoin juga menjadi nilai tambah di mata Jones dibandingkan aset fisik seperti emas yang rentan terhadap regulasi dan biaya penyimpanan.
Meski demikian, tidak semua investor sepakat. Beberapa analis masih lebih memilih emas karena track record-nya yang terbukti selama berabad-abad, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik. Namun, pernyataan Jones yang berpengaruh sering kali memicu perhatian pasar dan bisa memengaruhi sentimen investor institusional.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$76.000–78.000, sementara emas berada di level rekor di atas US$4.600 per ounce. Pernyataan Jones ini semakin memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset lindung nilai modern di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi