IPO Tak Cuma Cari Dana: Danantara Buka Nilai Tersembunyi BUMN

8/12/20262 min baca

IPO Tak Cuma Cari Dana: Danantara Buka Nilai Tersembunyi BUMN
IPO Tak Cuma Cari Dana: Danantara Buka Nilai Tersembunyi BUMN

Surakarta, 12 Agustus 2026 - Banyak perusahaan besar milik negara ternyata belum tercatat di bursa saham. Kini, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai membuka peluang agar lebih banyak BUMN melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Nama-nama yang disebut potensial antara lain Pegadaian, Pelindo, Angkasa Pura (InJourney Airports), hingga Pupuk Indonesia.

Selama ini, sebagian aset terbaik negara masih berada di luar pasar modal. Padahal, perusahaan dengan skala bisnis besar dan fundamental yang solid berpotensi menarik minat investor sekaligus memperluas pilihan investasi domestik.

IPO sebagai Bagian dari Transformasi

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyebut masih banyak BUMN yang memiliki kapitalisasi pasar potensial untuk ditawarkan kepada publik melalui initial public offering (IPO). Langkah ini masuk dalam peta jalan transformasi BUMN lima tahun ke depan.

Menurut Dony, setelah fase konsolidasi dan restrukturisasi, fokus berikutnya adalah penciptaan nilai (value creation). Di tahap inilah keputusan diambil: mana yang akan melakukan strategic partnership, mana yang akan di-IPO-kan, dan mana yang tetap tertutup.

CIO Danantara Pandu Sjahrir bahkan menyebutkan target untuk membawa empat BUMN tersebut ke bursa dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan ke depan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan likuiditas pasar modal domestik.

Lebih dari Sekadar Mencari Modal

IPO bukan hanya soal mencari tambahan dana. Bagi perusahaan, status sebagai emiten biasanya mendorong tata kelola yang lebih transparan, disiplin dalam pengelolaan keuangan, serta akuntabilitas yang lebih tinggi kepada publik dan pemegang saham.

Di sisi lain, pasar modal memperoleh pasokan emiten berkapitalisasi besar yang dapat meningkatkan likuiditas serta menarik lebih banyak investor institusi, baik domestik maupun asing. Efek berantainya berpotensi memperkuat daya saing Bursa Efek Indonesia dalam jangka panjang.

Manfaat bagi Ekonomi dan Investor

Bagi pelaku bisnis, langkah ini menunjukkan bahwa aset matang tidak harus terus bergantung pada pendanaan pemerintah atau APBN. Pasar modal dapat menjadi sumber pembiayaan yang lebih efisien untuk mendukung ekspansi usaha.

Jika terealisasi, IPO sejumlah BUMN berpotensi menjadi salah satu katalis penting bagi pendalaman pasar keuangan nasional. Semakin banyak perusahaan berkualitas yang tercatat di bursa, semakin besar pula peluang pertumbuhan ekosistem investasi Indonesia.

Kesimpulan

Rencana Danantara bukan sekadar menambah daftar emiten di BEI. Ini merupakan upaya membuka nilai ekonomi tersembunyi dari perusahaan-perusahaan negara agar dapat dimanfaatkan investor, sekaligus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Dengan tata kelola yang lebih baik dan akses pendanaan yang lebih luas, BUMN yang go public diharapkan mampu bersaing lebih kuat di tingkat regional maupun global.

Image Source: Antara via Kumparan

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi