Iran Luncurkan Platform Asuransi Maritim Hormuz Safe Berbasis Bitcoin

5/18/20261 min baca

Strait of hormuz between iran and oman
Strait of hormuz between iran and oman

Surakarta, 18 Mei 2026 - Iran resmi meluncurkan platform asuransi maritim berbasis kripto bernama Hormuz Safe. Platform ini menawarkan perlindungan asuransi bagi kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia.

Menurut laporan media pemerintah Iran, Fars News Agency, platform ini dikembangkan oleh Kementerian Ekonomi Iran sejak awal Mei 2026. Hormuz Safe memungkinkan pemilik kapal membayar premi asuransi menggunakan Bitcoin dan kripto lainnya. Setelah pembayaran terkonfirmasi melalui blockchain, polis asuransi diterbitkan secara digital secara instan beserta sertifikat resmi.

Kementerian Ekonomi Iran menargetkan pendapatan lebih dari US$10 miliar (sekitar Rp170–176 triliun) per tahun dari platform ini. Target tersebut didasarkan pada volume lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang secara historis mengangkut sekitar 20% pasokan minyak global, meski saat ini volume telah menurun akibat ketegangan geopolitik.

Cara Kerja Hormuz Safe

Platform ini menawarkan berbagai jenis asuransi maritim, termasuk perlindungan terhadap penundaan, penahanan kapal, dan risiko kargo di perairan Teluk Persia serta Selat Hormuz. Pembayaran dilakukan dalam Bitcoin, kemudian diverifikasi melalui sistem blockchain. Setelah terkonfirmasi, pemilik kapal langsung mendapatkan bukti polis digital. Langkah ini memungkinkan Iran menghindari sistem keuangan tradisional berbasis dolar AS dan SWIFT yang dibatasi sanksi internasional.

Platform ini diluncurkan di tengah meningkatnya risiko asuransi konvensional. Banyak perusahaan asuransi Barat menarik diri dari wilayah tersebut karena risiko perang dan sanksi, sehingga menciptakan celah yang ingin diisi oleh Iran.

Reaksi dan Kekhawatiran Internasional

Langkah Iran ini menuai perhatian luas di kalangan pelaku industri maritim global. Beberapa pakar kepatuhan internasional mengingatkan bahwa penggunaan Bitcoin untuk transaksi tersebut berpotensi melanggar sanksi Amerika Serikat. Perusahaan pelayaran yang menggunakan platform ini berisiko menghadapi sanksi sekunder dari AS.

Di sisi lain, pendukung kripto melihat inisiatif ini sebagai contoh adopsi Bitcoin oleh negara untuk mengatasi tekanan sanksi dan membangun sistem keuangan alternatif. Iran telah lama menggunakan kripto untuk perdagangan internasional guna melewati pembatasan keuangan Barat.

Hingga saat ini, belum ada laporan konfirmasi dari perusahaan pelayaran besar yang menggunakan Hormuz Safe. Beberapa analis menyebut platform ini sebagai upaya Iran untuk memonetisasi kendali atas Selat Hormuz di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi