Iran Resmi Angkat Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru

3/9/20262 min baca

Iran Resmi Angkat Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru
Iran Resmi Angkat Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru

Surakarta, 9 Maret 2026 – Majelis Ahli Iran (Assembly of Experts) secara resmi mengumumkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) Republik Islam Iran yang baru. Pengumuman ini disampaikan pada Senin (9 Maret 2026) pagi melalui media pemerintah Iran, hanya beberapa hari setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Mojtaba Khamenei, putra sulung almarhum Khamenei yang berusia 55 tahun, terpilih secara bulat oleh anggota Majelis Ahli dalam sidang darurat yang berlangsung selama dua hari. Lembaga tersebut langsung mengeluarkan pernyataan yang mendesak seluruh rakyat Iran untuk menyatakan kesetiaan kepada kepemimpinan baru dan menjaga persatuan nasional di tengah situasi krisis. “Pemilihan ini adalah keputusan internal Iran yang murni dan tanpa campur tangan pihak asing mana pun,” tegas juru bicara Majelis Ahli, seperti dilansir IRNA dan CNN World.

Proses pemilihan ini menjadi sorotan dunia karena sebelumnya Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan keinginannya untuk ikut menentukan pemimpin baru Iran. Trump bahkan menyebut Mojtaba Khamenei “tidak dapat diterima” dan menginginkan figur yang “lebih moderat” sesuai kepentingan AS. Namun, Iran berhasil menjaga kedaulatannya dengan melaksanakan mekanisme konstitusional yang telah diatur sejak Revolusi Islam 1979.

Mojtaba Khamenei dikenal sebagai figur keras yang selama ini aktif di balik layar. Ia memiliki pengaruh besar di kalangan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan lembaga keamanan. Menurut analis dari International Crisis Group, pilihan ini menandakan kelanjutan garis keras rezim Iran, bukan transisi ke arah moderat seperti yang diharapkan Barat.

Pemilihan ini terjadi di tengah eskalasi militer yang masih berlangsung. Iran terus melancarkan serangan balasan ke fasilitas AS dan Israel, sementara harga minyak dunia melonjak akibat ketidakpastian pasokan dari Teluk Persia. Di dalam negeri, ribuan warga Iran turun ke jalan untuk menyatakan dukungan kepada Mojtaba Khamenei, meskipun ada laporan demonstrasi kecil dari kelompok oposisi.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan penghargaan atas kelancaran proses suksesi di Iran dan kembali menyerukan dialog damai untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga pernah menawarkan diri sebagai mediator netral antara Iran dan AS.

Dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei, Iran berharap dapat menjaga stabilitas internal sekaligus memperkuat posisi tawar di panggung internasional. Namun, banyak pengamat memprediksi bahwa kepemimpinan baru ini justru akan membuat konfrontasi dengan Barat semakin sengit dalam waktu dekat.

Sumber gambar: Kabar Bursa