Jusuf Kalla Sebut Bukan Uang yang Jadi Modal Utama Seorang Pengusaha

8/28/20262 min baca

Jusuf Kalla Sebut Bukan Uang yang Jadi Modal Utama Seorang Pengusaha
Jusuf Kalla Sebut Bukan Uang yang Jadi Modal Utama Seorang Pengusaha

Surakarta, 28 Agustus 2026 - Menjadi pengusaha sering kali identik dengan kebutuhan modal besar. Namun, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyebut ada modal yang lebih penting sebelum seseorang memulai usaha, yakni semangat. Menurut JK, persoalan utama yang masih dihadapi masyarakat Indonesia bukan hanya keterbatasan modal, tetapi kurangnya semangat untuk berusaha.

“Modal pertama dari pengusaha bukan modal tapi semangat. Kalau modal menjadi utama maka banyak orang bisa menjadi pengusaha,” kata JK saat membuka Rapat Kerja Nasional Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) di Jakarta.

Semangat sebagai Fondasi

JK menekankan bahwa semangat harus didahulukan, baru kemudian modal. Karena itu, para pengusaha Muslimah dinilai perlu menjadi contoh sekaligus menularkan semangat tersebut kepada orang lain. Semakin banyak pengusaha Muslimah yang berkembang, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan pekerjaan dan meningkatnya penerimaan pajak.

Ia juga mengapresiasi peran perempuan dalam membantu perekonomian keluarga melalui aktivitas usaha. JK bahkan menceritakan bahwa penghasilan istrinya, Mufidah Jusuf Kalla, yang juga seorang pengusaha, turut membantu menopang kebutuhan keluarga. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam perekonomian rumah tangga. Ia juga mengingat peran ibunya, Athirah Kalla, yang mendukung keluarga saat mengalami kesulitan ekonomi.

Teknologi Membuka Peluang bagi Perempuan

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membuka peluang lebih besar bagi perempuan untuk menjadi pengusaha. Jika dahulu pekerjaan rumah tangga membutuhkan banyak waktu, teknologi informasi kini dapat membantu memangkas sebagian pekerjaan tersebut. Dengan waktu yang lebih fleksibel, perempuan, termasuk ibu rumah tangga, memiliki kesempatan untuk menjadi lebih produktif dan mulai membangun usaha.

JK mendorong organisasi seperti IPEMI untuk terus memajukan usaha anggotanya dan mengajak lebih banyak Muslimah terjun ke dunia wirausaha. Ia menekankan bahwa Islam didukung oleh kemampuan ekonomi, karena beberapa rukun Islam (seperti zakat) membutuhkan kemampuan finansial.

Pelajaran untuk Calon Pengusaha

Pesan JK ini sejalan dengan pandangannya di berbagai kesempatan lain, bahwa kreativitas, keberanian mengambil risiko, dan kepercayaan (trust) juga merupakan modal penting. Banyak pengusaha sukses justru memulai dari kondisi sederhana, bukan dari modal besar.

Karena itu, semangat untuk memulai menjadi modal awal yang tidak kalah penting dibandingkan uang. Tanpa semangat, modal besar sekalipun sulit menghasilkan bisnis yang berkelanjutan. Sebaliknya, dengan semangat yang kuat, seseorang dapat mencari cara untuk mendapatkan modal, belajar dari kegagalan, dan terus berkembang.

Jusuf Kalla mengingatkan bahwa fondasi utama seorang pengusaha adalah semangat, bukan sekadar uang. Bagi perempuan, khususnya pengusaha Muslimah, semangat ini perlu ditularkan agar semakin banyak yang berani memulai usaha. Di era teknologi saat ini, peluang untuk produktif semakin terbuka, asalkan ada kemauan dan keberanian untuk memulai.

Image Source: Katadata

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi