Kacamata Bos Dermawan dalam Memandang Bisnis di Masa Depan

10/31/20262 min baca

Kacamata Bos Dermawan dalam Memandang Bisnis di Masa Depan
Kacamata Bos Dermawan dalam Memandang Bisnis di Masa Depan

Surakarta, 31 Oktober 2026 - Pendiri Bob’s Red Mill Natural Foods, Bob Moore, punya cara berbeda mengelola kekayaan dan masa depan perusahaan. Alih-alih menjual bisnisnya ke konglomerat makanan besar yang sering datang menawarkan harga tinggi, ia memilih membagikan kepemilikan kepada karyawannya. Keputusan itu bukan sekadar strategi bisnis, melainkan perwujudan prinsip hidup dan keyakinan agamanya.

Dalam wawancara dengan CNN Business pada 2010, Moore mengaku sadar usianya terus bertambah. Baginya, kekayaan perusahaan tak akan berarti jika hanya diwariskan tanpa memberi manfaat bagi orang-orang yang ikut membangunnya. Ia berpegang pada ajaran agama tentang pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik—prinsip “lakukan kepada orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.” Prinsip tersebut menjadi salah satu alasan kuat mengapa Moore ingin berbagi hasil kerja kerasnya.

Moore menilai karyawan lebih layak memiliki perusahaan yang mereka bangun bersama selama puluhan tahun. Pada ulang tahunnya yang ke-81, 15 Februari 2010, ia mengumumkan penerapan Employee Stock Ownership Plan (ESOP). Skema ini memungkinkan karyawan memiliki saham perusahaan melalui trust khusus. Pada tahap awal, sekitar sepertiga kepemilikan dialihkan kepada sekitar 200 karyawan. Hak atas keuntungan saham dapat diterima setelah masa vesting tertentu, biasanya setelah lima tahun bekerja atau saat pensiun maupun mengundurkan diri.

Kedermawanan Moore sebenarnya sudah terlihat jauh sebelumnya. Sejak sekitar 1994, selain gaji rutin, ia membagikan cek bulanan sebagai bagian dari profit-sharing agar karyawan ikut menikmati keuntungan perusahaan. “Saya ingin seluruh karyawan merasakan hasil usaha bersama. Kebijakan ini turut meningkatkan penghasilan mereka dan menjadi salah satu hal yang paling saya banggakan,” ujarnya.

Proses penyerahan kepemilikan berjalan bertahap. Dari sepertiga awal, porsi karyawan terus bertambah hingga hampir dua pertiga, dan akhirnya pada 30 April 2020 perusahaan menjadi 100% milik karyawan. Saat ini Bob’s Red Mill dimiliki oleh lebih dari 700 employee-owner. Keputusan ini membuat perusahaan tetap independen dan terhindar dari akuisisi yang bisa mengubah arah bisnis maupun budaya kerja.

Bob Moore meninggal dunia pada Februari 2024 dalam usia 94 tahun. Keberadaan ESOP justru memudahkan transisi. CEO Trey Winthrop kemudian menyatakan bahwa status 100% employee-owned memberi kepastian: perusahaan tetap dikendalikan dari dalam, fokus pada karyawan, dan tidak perlu khawatir ancaman eksternal atau perubahan drastis setelah kepergian pendiri.

Kisah Bob Moore menunjukkan bahwa kesuksesan bisnis tidak selalu diukur dari seberapa besar nilai yang bisa diuangkan saat exit. Bagi sebagian pendiri, warisan terbesar justru adalah menciptakan sistem di mana orang-orang yang ikut bekerja keras ikut memiliki dan menikmati hasilnya. Model ESOP di Bob’s Red Mill menjadi contoh nyata bagaimana prinsip “people before profit” bisa dijalankan secara konsisten hingga bisnis benar-benar menjadi milik bersama.

Image Source: Bobs Redmill

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi