Kala Konglo RI Mengubah Klub Italia Jadi Ladang Bisnis

9/18/20262 min baca

Kala Konglo RI Mengubah Klub Italia Jadi Ladang Bisnis
Kala Konglo RI Mengubah Klub Italia Jadi Ladang Bisnis

Surakarta, 18 September 2026 - Ketika Hartono bersaudara (Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono) melalui Grup Djarum mengakuisisi Como 1907 pada 2019, klub tersebut masih berada di Serie D dan hampir bangkrut. Harga akuisisi relatif murah—sekitar ratusan ribu euro ditambah pelunasan utang. Kini, Como telah kembali ke Serie A, bahkan menjalani debut Liga Champions dengan kemenangan spektakuler 4-1 atas RB Leipzig, sekaligus mulai mendapat perhatian global.

Transformasi dari Ambang Kebangkrutan

Akuisisi dilakukan melalui SENT Entertainment LTD, perusahaan berbasis London yang dikendalikan keluarga Hartono. Pada saat itu, Como bukan hanya lemah di lapangan, tetapi juga bermasalah secara finansial dan infrastruktur. Mirwan Suwarso, yang kemudian menjadi Presiden klub, menekankan fokus awal pada reformasi keuangan: melunasi utang, memastikan gaji pemain lancar, dan menyediakan fasilitas latihan yang memadai.

Baru setelah fondasi organisasi stabil, aspek prestasi mulai didorong secara bertahap. Dalam waktu kurang dari lima tahun, Como berhasil naik ke Serie A setelah absen 21 tahun, lalu pada musim berikutnya finis di posisi tinggi hingga lolos ke Liga Champions.

Lebih dari Sekadar Hasil di Lapangan

Presiden klub Mirwan Suwarso melihat pemasaran, branding, dan komunikasi sebagai mesin penting untuk memperluas pasar di luar basis penggemar lokal. Strateginya sederhana namun efektif: pasar lokal yang terbatas tidak selalu menjadi masalah selama sebuah brand mampu menciptakan alasan bagi konsumen global untuk ikut tertarik.

Como tidak mencoba meniru Liga Inggris yang memiliki kekuatan finansial jauh lebih besar. Klub ini justru mengandalkan sejarah, seni, makanan, keindahan Danau Como, serta identitas kota sebagai bagian dari nilai yang ditawarkan. Dalam bisnis, strategi tersebut dikenal sebagai diferensiasi. Ketika sulit bersaing murni melalui modal, perusahaan dapat menjual cerita, pengalaman, dan identitas yang tidak mudah ditiru kompetitor.

Peluang Bisnis yang Lebih Luas

Pendekatan ini membuat klub sepak bola memiliki peluang bisnis jauh lebih luas daripada sekadar penjualan tiket. Brand, merchandise, sponsor, pariwisata, konten media, hingga komunitas global dapat menjadi sumber nilai ketika identitas klub berhasil dibangun. Kehadiran pelatih seperti Cesc Fàbregas dan investasi konsisten pada infrastruktur serta talenta muda juga memperkuat daya tarik klub di mata publik internasional.

Investasi Jangka Panjang

Perjalanan Como memperlihatkan pentingnya investasi jangka panjang. Akuisisi pada 2019 tidak langsung menghasilkan status sebagai klub papan atas. Namun, dana yang terus disuntikkan—ratusan juta euro selama beberapa tahun—digunakan untuk membangun organisasi, merek, dan basis penggemar secara bertahap.

Debut Liga Champions dan kemenangan 4-1 atas Leipzig menjadi bukti bahwa investasi tersebut mulai menghasilkan perhatian global. Namun bagi bisnis, pertandingan hanyalah salah satu bagian dari aset yang sedang dibangun. Yang lebih berharga adalah kemampuan mengubah klub bersejarah dengan lokasi istimewa menjadi platform yang memiliki nilai ekonomi dan identitas yang kuat.

Kisah Como 1907 menunjukkan bagaimana konglomerat Indonesia memanfaatkan peluang di sepak bola Eropa bukan sekadar sebagai hobi, melainkan sebagai ladang bisnis yang dikelola dengan strategi branding, diferensiasi, dan kesabaran jangka panjang.

Hartono bersaudara (Grup Djarum) mengakuisisi Como 1907 yang hampir bangkrut di Serie D pada 2019. Melalui reformasi keuangan, investasi infrastruktur, dan strategi branding yang menonjolkan identitas kota Como, klub naik ke Serie A dan debut Liga Champions dengan kemenangan 4-1. Mirwan Suwarso memimpin transformasi yang menekankan diferensiasi dan nilai jangka panjang.

Image Source: Metrotvnews

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi