Kapal Induk USS Abraham Lincoln Kabur dari Laut Oman Usai Dihantam Drone IRGC

3/6/20262 min baca

Kapal Induk USS Abraham Lincoln Kabur dari Laut Oman Usai Dihantam Drone IRGC
Kapal Induk USS Abraham Lincoln Kabur dari Laut Oman Usai Dihantam Drone IRGC

Surakarta, 6 Maret 2026 – Ketegangan di Laut Oman semakin memuncak setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa sebuah drone milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) berhasil menghantam kapal induk USS Abraham Lincoln pada Kamis (6 Maret 2026). Menurut pernyataan resmi Tehran Times, kapal induk nuklir kelas Nimitz tersebut mendekati perairan teritorial Iran hingga jarak hanya 340 kilometer dengan tujuan mengendalikan Selat Hormuz. “Kapal USS Abraham Lincoln dihantam oleh drone angkatan laut IRGC setelah memasuki zona bahaya,” tulis kantor media Iran.

Setelah serangan, kapal induk beserta seluruh armada pengawalnya langsung mundur lebih dari 1.000 kilometer dari area tersebut. Citra satelit yang dirilis IRGC menunjukkan asap mengepul dari bagian dek kapal, meskipun belum ada konfirmasi kerusakan signifikan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk invasi darat dari AS dan sekutunya. “Kami tidak akan ragu membela kedaulatan dengan segala cara,” tegas Araghchi dalam konferensi pers.

Pentagon langsung membantah klaim Iran. Juru bicara Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa tidak ada drone Iran yang berhasil mendekati kapal induk. “Rudal dan drone yang diluncurkan Iran tidak pernah mendekati armada kami. Semua ancaman berhasil diintersepsi,” kata juru bicara tersebut. Namun, pengamat militer dari Royal United Services Institute (RUSI) London menilai mundurnya USS Abraham Lincoln menunjukkan adanya ancaman serius yang membuat komando AS memilih mundur daripada terus berhadapan.

Serangan ini merupakan bagian dari balasan Iran atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Dalam beberapa hari terakhir, IRGC telah melancarkan puluhan serangan drone dan rudal ke fasilitas militer AS di Teluk, termasuk pangkalan di Bahrain, Kuwait, dan Qatar. Laporan Anadolu Agency menyebutkan bahwa serangan ke kapal induk ini adalah yang pertama kali menyasar aset laut AS secara langsung sejak konflik meletus.

Sementara itu, Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper mengklaim pasukannya telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal milik Iran sejak akhir Februari. Ia juga menyatakan bahwa kapal induk drone Iran yang baru saja dihantam pasukan AS kini tengah terbakar di perairan Teluk. “Intensitas serangan balistik Iran sudah menurun tajam,” tambahnya.

Peristiwa ini semakin memperburuk situasi di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Lalu lintas kapal tanker turun hingga 70%, sementara harga minyak Brent melonjak lebih dari 9% dalam 48 jam terakhir. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri kembali menyatakan keprihatinan dan mengimbau semua pihak menahan diri agar konflik tidak semakin meluas.

Dengan mundurnya USS Abraham Lincoln, banyak analis menilai bahwa Iran berhasil menciptakan efek deterrence meskipun AS tetap mengklaim superioritas militer. Konflik ini masih berlangsung dan berpotensi semakin eskalasi dalam beberapa hari mendatang.

Sumber gambar: US Navy