Kebakaran di Fasilitas Minyak Shahran Teheran: Israel Klaim Serangan, Iran Sebut Aksi Terorisme

3/8/20261 min baca

Kebakaran Hebat di Fasilitas Minyak Shahran Teheran: Israel Klaim Serangan, Iran Sebut Aksi Terorisme
Kebakaran Hebat di Fasilitas Minyak Shahran Teheran: Israel Klaim Serangan, Iran Sebut Aksi Terorisme

Surakarta, 8 Maret 2026 – Kobaran api raksasa kembali menyala di timur laut Teheran pada Sabtu malam (7 Maret 2026), melanda fasilitas penyimpanan minyak Shahran yang menjadi salah satu gudang bahan bakar paling vital bagi Iran. Rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan api membara sangat hebat disertai asap hitam tebal yang membumbung tinggi, terlihat dari jarak puluhan kilometer.

Militer Israel secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. “Kami telah menyerang target militer dan infrastruktur energi yang mendukung program nuklir Iran,” demikian pernyataan singkat yang dikeluarkan oleh IDF melalui saluran resmi. Lokasi Shahran memang pernah menjadi target serangan Israel dalam konflik 12 hari pada Juni 2025 lalu, menunjukkan pola serangan berulang terhadap aset energi Iran.

Iran langsung bereaksi keras. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan ini sebagai “aksi terorisme terang-terangan” dan “pelanggaran kedaulatan” yang dilakukan Israel dengan dukungan AS. Presiden sementara Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran akan membalas dengan “kekuatan yang lebih besar dan lebih menyakitkan”. Sementara itu, IRGC (Korps Pengawal Revolusi Islam) mengatakan api berhasil dikendalikan, namun kerusakan pada tangki penyimpanan diperkirakan cukup signifikan.

Menurut data yang dirilis perusahaan analisis energi S&P Global, fasilitas Shahran menyimpan jutaan barel bahan bakar dan menjadi salah satu pusat distribusi utama untuk wilayah utara Iran. Serangan ini berpotensi mengganggu pasokan bahan bakar domestik dan ekspor minyak Iran, yang sudah tertekan akibat sanksi internasional. Harga minyak Brent langsung melonjak lebih dari 4% dalam perdagangan Asia pagi ini akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Konflik ini semakin memperburuk situasi di kawasan. Sejak kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari lalu, Iran telah melancarkan serangkaian serangan balasan ke fasilitas AS dan Israel, sementara Israel terus melakukan operasi udara presisi terhadap target-target strategis Iran. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri kembali menyatakan keprihatinan mendalam dan mengimbau semua pihak menahan diri agar konflik tidak meluas menjadi perang regional yang lebih besar.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban jiwa atau kerusakan pasti dari pihak Iran. Namun, rekaman warga menunjukkan api masih menyala di beberapa titik fasilitas hingga pagi hari.

Sumber gambar: GhonchehAzad