Kekayaan Keluarga Trump Tembus US$10 Miliar Usai Kembali ke Gedung Putih

1/12/20262 min baca

Trump Ubah Tarif RI ke 19%, Usai Sepakat Impor Produk AS Miliaran Dolar
Trump Ubah Tarif RI ke 19%, Usai Sepakat Impor Produk AS Miliaran Dolar

Surakarta, 12 Januari 2026 - Keluarga Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencatatkan peningkatan kekayaan yang signifikan, dengan total aset bersih mereka kini mencapai US$10 miliar atau sekitar Rp162 triliun (berdasarkan kurs Rp16.200 per dolar AS pada akhir 2025), menurut perhitungan Forbes pada Desember 2025. Lonjakan ini terjadi pasca-kemenangan Trump dalam pemilu 2024 dan pelantikannya kembali sebagai presiden, yang mendorong valuasi bisnis keluarga, terutama di sektor kripto dan real estate. Meskipun kekayaan pribadi Trump sempat mengalami fluktuasi, kontribusi dari aset digital seperti memecoin dan platform Truth Social telah menjadi katalisator utama pertumbuhan harta keluarga secara keseluruhan. Namun, Forbes mencatat bahwa posisi Trump di daftar miliarder dunia turun ke urutan 575, karena penurunan saham Truth Social pasca-euforia pemilu.

Donald Trump sendiri memiliki kekayaan pribadi sekitar US$7,5 miliar (Rp121,5 triliun), naik signifikan dari US$6,8 miliar sebelum pemilu, berkat lonjakan aset kripto seperti World Liberty Financial (WLFI) dan memecoin Official Trump (TRUMP), yang sempat meroket nilainya berkat hype politik selama kampanye. Menurut Bloomberg Billionaires Index pada Desember 2025, kekayaan Trump naik US$282 juta pada tahun itu saja, sebagian besar dari bisnis properti Trump Organization dan royalti dari brand-nya, meskipun sempat terdampak litigasi hukum. Putra keduanya, Eric Trump, yang menjabat sebagai Executive Vice President Trump Organization, memiliki harta sekitar US$750 juta (Rp12,15 triliun), didorong oleh investasi di American Bitcoin (ABTC) dan pengelolaan aset real estate keluarga. Eric dikenal aktif dalam ekspansi bisnis kripto keluarga, yang sempat naik 20% nilainya pasca-pemilu Trump.

Putra sulung, Donald Trump Jr., melihat kekayaannya melonjak dari US$50 juta menjadi US$450 juta (Rp7,29 triliun), terutama dari bisnis akuisisi khusus dan konten digital, termasuk podcast dan media konservatif yang mendapat boost dari kemenangan ayahnya. Barron Trump, anak bungsu yang baru berusia 19 tahun, memiliki aset sekitar US$150 juta (Rp2,43 triliun), sebagian dari warisan keluarga dan investasi awal di kripto yang dikelola ayahnya. Ivanka Trump, putri sulung yang mundur dari politik untuk fokus bisnis, memiliki kekayaan US$100 juta (Rp1,62 triliun) dari lini fashion, perhiasan, sepatu, dan real estate, meskipun brand-nya sempat terdampak kontroversi selama masa jabatan ayahnya. Melania Trump, istri presiden, memiliki harta lebih dari US$20 juta (Rp324 miliar), yang sebagian besar dari memecoin Official Melania (MELANIA) dan royalti dari buku serta modeling masa lalu.

Peningkatan kekayaan ini tidak lepas dari kemenangan Trump pada pemilu November 2024, yang mendorong saham Truth Social naik 150% dan aset kripto keluarga melonjak berkat sentimen positif dari basis pendukung. Namun, penurunan posisi Trump di Forbes disebabkan oleh volatilitas saham dan litigasi yang sedang berlangsung, seperti kasus Trump Organization yang mempengaruhi valuasi properti. Di Indonesia, berita ini menjadi diskusi tentang bagaimana politik bisa mempengaruhi bisnis, meskipun regulasi OJK ketat terhadap kripto untuk lindungi investor ritel.