Keterampilan AI Menjadi Kompetensi Dasar Siswa SMK di Berbagai Daerah Indonesia


Surakarta, 2 Mei 2026 - Artificial Intelligence (AI) kini resmi menjadi bagian dari kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia. Beberapa sekolah vokasi telah proaktif membekali siswanya dengan keterampilan AI, literasi keuangan digital, serta etika penggunaan teknologi agar siap menghadapi dunia kerja di era digital.
Salah satu contohnya adalah SMK Wikrama Bogor yang bekerja sama dengan DBS Foundation dan Dicoding melalui program Coding Camp. Sejak 2023, inisiatif pelatihan digital nasional ini telah memberikan workshop luring yang terstruktur, mencakup AI, literasi keuangan, dan soft skills. Hingga kini, program ini telah menjangkau lebih dari 227.000 peserta, termasuk puluhan ribu siswa SMK dari seluruh Indonesia. Tujuannya jelas: menciptakan lulusan yang kompetitif dan siap berkarier di perusahaan teknologi.
Di Jawa Tengah, SMK Harapan Mulya Kendal menggelar pelatihan AI bekerja sama dengan Polres Kendal. Program ini melibatkan sekitar 150 pelajar dan fokus pada pemanfaatan AI dalam pembelajaran sehari-hari serta pemahaman etika penggunaannya. Polres Kendal melihat pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan literasi digital generasi muda sekaligus mencegah penyalahgunaan teknologi, seperti penyebaran hoaks. Kegiatan serupa juga digelar di berbagai sekolah lain di Tasikmalaya dan daerah sekitarnya.
SMK Negeri 1 Tasikmalaya dan sekolah vokasi lain di wilayah tersebut juga mulai mengintegrasikan AI dalam kurikulum, termasuk penggunaan tools AI untuk mendukung kegiatan akademik guru dan siswa. Pelatihan ini masih dalam tahap awal, tetapi sudah menunjukkan dampak positif terhadap kesadaran dan kemampuan digital siswa.
Relevansi keterampilan ini semakin kuat mengingat data Indonesian Developer Outlook 2026 yang menyebutkan bahwa 86% developer di Indonesia telah menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari. Angka ini menunjukkan betapa cepatnya adopsi teknologi AI di kalangan tenaga profesional Tanah Air. Di masa depan, peluang kerja dan kewirausahaan akan semakin berpusat pada sektor teknologi, otomatisasi, dan inovasi berbasis AI.
Para ahli pendidikan menilai bahwa SMK sebagai lembaga vokasi harus menjadi garda terdepan dalam mempersiapkan tenaga kerja siap pakai. Integrasi AI bukan hanya soal teknis, melainkan juga membangun pemahaman etis, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis agar siswa tidak sekadar “menggunakan” AI, tetapi mampu “bekerja sama” dengan teknologi tersebut.
Pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin mendukung inisiatif serupa melalui kurikulum nasional yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan populasi muda yang besar, Indonesia berpotensi menjadi kekuatan AI di kawasan Asia Tenggara jika investasi pada pendidikan vokasi terus ditingkatkan.
Langkah sekolah-sekolah seperti Wikrama Bogor, Harapan Mulya Kendal, dan SMK di Tasikmalaya ini menjadi contoh inspiratif bahwa transformasi pendidikan vokasi sudah berjalan di tingkat akar rumput. Di era di mana AI mengubah hampir setiap industri, siswa yang menguasai kompetensi ini akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan di dunia kerja mendatang.
Sumber Gambar: Investor id
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi