KFC Tinggalkan Pepsi Setelah 40 Tahun, Coca-Cola Jadi Pengganti
Surakarta, 27 Oktober 2026 - KFC resmi menunjuk Coca-Cola sebagai mitra minuman untuk sekitar 3.700–4.000 gerainya di Amerika Serikat. Langkah ini mengakhiri kemitraan dengan PepsiCo yang telah berlangsung hampir empat dekade. Produk Coca-Cola dijadwalkan mulai tersedia secara bertahap sejak Januari 2027 dan diharapkan hadir di seluruh gerai KFC AS pada musim semi 2027.
Nilai kesepakatan kedua perusahaan belum diungkap ke publik. Namun, keputusan ini menjadi salah satu pergantian mitra minuman paling signifikan di industri restoran cepat saji Amerika dalam beberapa tahun terakhir.
Awal Mula Kemitraan dengan PepsiCo
Hubungan KFC dan PepsiCo bermula pada 1986, ketika PepsiCo mengakuisisi jaringan restoran ayam goreng tersebut sebagai bagian dari strategi ekspansi ke sektor makanan. PepsiCo kemudian juga mengakuisisi Pizza Hut dan Taco Bell. Pada 1997, PepsiCo melepas bisnis restorannya dan membentuk perusahaan terpisah yang kemudian dikenal sebagai Yum Brands. Meski demikian, kerja sama pasokan minuman Pepsi di gerai KFC Amerika Serikat tetap berlanjut selama hampir 30 tahun berikutnya.
Kini, peralihan hanya berlaku untuk gerai KFC di AS. PepsiCo menegaskan bahwa perjanjian dengan Yum Brands untuk Taco Bell serta gerai KFC di pasar internasional tetap berjalan. Bahkan, perjanjian dengan Taco Bell baru saja diperpanjang untuk jangka waktu 10 tahun.
Alasan di Balik Keputusan KFC
Presiden KFC AS, Catherine Tan-Gillespie, menyatakan bahwa kemitraan baru ini merupakan bagian dari upaya modernisasi merek dan memperkuat daya tarik restoran. Ia menyebut langkah tersebut sebagai salah satu elemen dalam strategi “Kentucky Fried Comeback” untuk membuat KFC lebih relevan bagi konsumen masa kini. Kerja sama dengan Coca-Cola diharapkan membuka peluang inovasi minuman, kombinasi makanan-minuman baru, serta pengalaman pelanggan yang lebih segar.
Coca-Cola sendiri sudah lama menjadi pemain kuat di industri restoran cepat saji AS. Merek tersebut memasok minuman untuk jaringan besar seperti McDonald’s dan Wendy’s. Masuknya Coca-Cola ke KFC memperluas jangkauannya di segmen foodservice dan on-premise.
Dampak bagi PepsiCo
Bagi PepsiCo, kehilangan KFC AS menjadi tantangan baru. Perusahaan tengah berupaya memulihkan penjualan minuman soda di pasar Amerika yang lesu, sementara bisnis camilan juga menghadapi tekanan dari harga yang tinggi dan pergeseran konsumen ke produk yang dianggap lebih sehat. CEO PepsiCo Ramon Laguarta sebelumnya mengakui bahwa pemulihan pertumbuhan dan margin membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan.
Selain itu, PepsiCo mendapat tekanan dari investor aktivis Elliott Investment Management yang mendorong perusahaan melepas aset berkinerja buruk dan memperbaiki bisnis di Amerika Utara. Kehilangan mitra besar seperti KFC AS menambah tekanan reputasi, meski kerja sama dengan Taco Bell dan KFC internasional masih menjadi penopang penting.
Persaingan Coca-Cola vs Pepsi di Restoran
Pergantian mitra minuman di restoran cepat saji bukan hal baru, tetapi selalu menjadi perhatian karena menyangkut volume penjualan yang besar dan brand visibility. Keputusan KFC menunjukkan bahwa loyalitas jangka panjang tetap bisa berubah seiring strategi bisnis dan kebutuhan modernisasi merek.
Bagi konsumen, perubahan yang paling terlihat adalah di mesin soda. Produk Pepsi, Mountain Dew, dan varian terkait akan digantikan oleh portofolio Coca-Cola, termasuk kemungkinan munculnya opsi minuman baru. Transisi sistem fountain dan menu diperkirakan berlangsung bertahap hingga musim semi 2027.
Secara keseluruhan, langkah KFC mencerminkan dinamika persaingan di industri minuman dan restoran cepat saji. Coca-Cola memperkuat posisinya di AS, sementara PepsiCo harus menjaga kemitraan yang tersisa dan fokus pada pemulihan bisnis inti. Bagi Yum Brands, keputusan ini menjadi bagian dari upaya membuat KFC lebih kompetitif di pasar domestik yang semakin ketat.
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi