Kopi Kenangan: Gerai Kopi yang Menggerakkan Ekonomi Rp3,7 Triliun

10/12/20263 min baca

woman in black shirt sitting on chair
woman in black shirt sitting on chair

Surakarta, 12 Oktober 2026 - Secangkir kopi mungkin hanya bernilai puluhan ribu rupiah. Namun, ketika dijual dalam skala besar dan terhubung dengan rantai pasok yang panjang, transaksi sederhana itu mampu menggerakkan perekonomian hingga triliunan rupiah. Selama periode 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026, Kopi Kenangan mencatat pendapatan bruto Rp3,7 triliun. Angka tersebut bukan sekadar omzet perusahaan, melainkan cerminan aktivitas ekonomi yang melibatkan petani, pemasok, pekerja, logistik, hingga kas negara.

Skala Gerai yang Meluas

Hingga akhir Juli 2026, Kopi Kenangan mengoperasikan lebih dari 1.273 gerai yang tersebar di 218 kota di Indonesia. Jaringan ini membuat perusahaan mampu menjual lebih dari 530.000 cangkir kopi setiap hari. Setiap gerai membutuhkan pasokan biji kopi, gula aren, kemasan, tenaga kerja, hingga jasa logistik agar operasional tetap berjalan. Akibatnya, ekspansi gerai tidak hanya memperbesar penjualan, tetapi juga menciptakan permintaan baru di sepanjang rantai pasok.

Group CEO & Co-Founder Edward Tirtanata menekankan bahwa pertumbuhan bisnis diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan talenta lokal. Komitmen tersebut terlihat dari angka penyerapan tenaga kerja. Hingga 31 Juli 2026, bisnis Kopi Kenangan menciptakan 9.117 pekerjaan langsung—mulai dari barista hingga staf operasional pendukung—serta menopang 21.338 pekerjaan tidak langsung. Jika digabungkan, aktivitas perusahaan menghubungkan lebih dari 30.000 orang dengan ekonomi kopi.

Rantai Pasok Lokal yang Kuat

Salah satu kekuatan model bisnis Kopi Kenangan adalah ketergantungan tinggi terhadap bahan baku dalam negeri. Sebanyak 88,6% bahan baku berasal dari Indonesia, dengan bahan baku utama seperti biji kopi dan gula aren sepenuhnya dipasok oleh produsen lokal. Perusahaan bekerja sama dengan lebih dari 145 pemasok lokal. Total belanja kepada pemasok mencapai Rp1,83 triliun, sementara belanja kepada pemasok utama saja lebih dari Rp519 miliar.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa ekspansi gerai sekaligus menjadi mesin permintaan bagi petani kopi, pengusaha gula aren, produsen kemasan, dan pelaku logistik. Ketika volume penjualan meningkat, dampaknya merembet ke hulu, menciptakan sirkulasi ekonomi yang lebih merata di berbagai daerah.

Kontribusi ke Negara dan Keberlanjutan

Selain menggerakkan sektor swasta, Kopi Kenangan juga berkontribusi langsung kepada negara. Selama periode pelaporan, perusahaan menyetorkan Rp372,1 miliar melalui pajak. Kontribusi ini menegaskan peran sektor ritel modern dan F&B dalam memperkuat penerimaan negara, di samping penciptaan lapangan kerja.

Laporan dampak ekonomi yang dirilis bertepatan dengan Hari Kopi Internasional ini mencakup kontribusi PT Bumi Berkah Boga (operator bisnis gerai) dan PT Bumi Cipta Rasa (produk ready-to-drink). Data tersebut memperlihatkan bahwa skala bisnis yang besar dapat menciptakan efek berantai jauh melampaui produk yang dijual di gerai.

Dari Startup Lokal Menuju Pemain Regional

Kopi Kenangan didirikan pada 2017 dan dalam waktu kurang dari satu dekade berkembang menjadi salah satu jaringan kedai kopi terbesar di Indonesia, dengan pangsa pasar sekitar sepertiga. Perusahaan juga telah ekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara dan sekitarnya, termasuk Malaysia, Singapura, dan lainnya. Setelah melalui periode kerugian pasca-pandemi, kelompok usaha ini berhasil mencatatkan laba penuh pertama pada 2025 di level grup.

Pertumbuhan yang cepat didukung model grab-and-go yang terjangkau, fokus pada kualitas kopi lokal, serta pemanfaatan teknologi untuk operasional dan akuisisi pelanggan. Saat ini perusahaan juga sedang menjajaki berbagai opsi pendanaan dan potensi pencatatan saham di bursa, dengan valuasi yang diperkirakan mencapai kisaran miliaran dolar AS.

Pelajaran bagi Pelaku Bisnis

Kisah Kopi Kenangan memperlihatkan bahwa produk sederhana seperti secangkir kopi dapat menjadi penghubung antara konsumen, petani, pekerja, pemasok, hingga negara ketika dikelola dalam skala yang tepat. Kunci utamanya bukan hanya membuka sebanyak mungkin gerai, melainkan membangun rantai pasok lokal yang kuat, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga kualitas agar permintaan terus tumbuh.

Bagi pelaku usaha di sektor F&B maupun industri lainnya, pengalaman ini memberi gambaran bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sering kali diukur dari seberapa besar dampak ekonomi yang tercipta di luar dinding gerai atau pabrik. Ketika satu cangkir kopi mampu menggerakkan triliunan rupiah dan puluhan ribu pekerjaan, skala dan model bisnis terbukti menjadi penentu utama.

Selama Juli 2025–Juni 2026, Kopi Kenangan mencatat pendapatan bruto Rp3,7 triliun, belanja pemasok Rp1,83 triliun, pajak Rp372,1 miliar, serta mendukung lebih dari 30.000 pekerjaan melalui 1.273 gerai di 218 kota. Dengan 88,6% bahan baku lokal dan penjualan harian lebih dari 530.000 cangkir, perusahaan membuktikan bahwa skala bisnis kopi dapat menciptakan efek ekonomi berantai yang signifikan bagi Indonesia.

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi