Legenda Kosmetik Martha Tilaar Tutup Usia, Ini Perjalanan Bisnisnya


Surakarta, 23 Oktober 2026 - Pendiri merek kecantikan Martha Tilaar meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 06.22 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, dalam usia 89 tahun. Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan salah satu tokoh penting industri kecantikan Indonesia.
Kabar duka disampaikan keluarga, termasuk putra bungsunya, Dr. Kilala Tilaar. Martha sempat mengalami sakit sekitar satu minggu terakhir dengan gejala ringan menyerupai flu, sebelum akhirnya berpulang saat tidur. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka kawasan Patra Kuningan, Jakarta, dan dimakamkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.
Martha Tilaar juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan Tiara Kusuma, Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia. Keluarga besar organisasi tersebut menyampaikan penghormatan atas dedikasi dan kontribusinya bagi dunia kecantikan tanah air.
Dari Salon di Garasi hingga Perusahaan Besar
Perjalanan bisnis Martha Tilaar bermula jauh sebelum merek Sariayu dikenal luas. Pada 1970, ia membuka salon kecantikan di garasi rumah orang tuanya, Yakob Handana, di Jalan Kusuma Atmaja Nomor 47, Menteng, Jakarta Pusat. Usaha sederhana itu menjadi titik awal.
Dua tahun kemudian, pada 1972, Martha membuka salon kedua bernama Martha Griya Salon. Di sinilah ia mulai mengembangkan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal. Pengetahuan tentang ramuan alami, yang sebagian diwarisi dari keluarga, menjadi fondasi penting bagi produk-produk yang kemudian diluncurkan.
Tonggak besar terjadi pada 1977. Martha bersama Pranata Bernard (alm.) dan Theresia Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto. Pada tahun yang sama, perusahaan meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan dan jamu modern. Kerja sama dengan pihak yang memiliki pengalaman di industri farmasi membantu membawa konsep kecantikan berbasis tradisi Indonesia ke pasar yang lebih luas.
Membangun Kapasitas Produksi
Pada 1981, PT Martina Berto membangun pabrik modern pertamanya di kawasan industri Pulogadung, Jakarta. Empat tahun kemudian, kapasitas produksi diperluas melalui pembangunan pabrik kedua. Langkah ini memungkinkan perusahaan memproduksi kosmetik dan produk herbal dalam skala yang lebih besar.
Pada periode 1988–1990, perusahaan mengembangkan sejumlah merek baru, antara lain Cempaka, Jamu Martina, Pesona, Biokos, Caring Colours Martha Tilaar, dan Belia. Ekspansi berlanjut dengan akuisisi PT Cedefindo pada 1993. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa manufaktur kosmetik (maklon), mulai dari formulasi, produksi, hingga pengemasan, sehingga memperkuat posisi grup di rantai pasok industri.
Ekosistem yang Terbangun
Kini Martha Tilaar Group mencakup sejumlah perusahaan, di antaranya PT Martina Berto Tbk (kode saham MBTO di Bursa Efek Indonesia), PT Cedefindo, PT Martha Beauty Gallery, dan PT Cantika Puspa Pesona. Bisnisnya mencakup manufaktur dan pemasaran kosmetik, produk herbal, pendidikan kecantikan, spa, hingga distribusi.
Martha dikenal sebagai pelopor yang mengangkat bahan alami dan kearifan lokal Indonesia ke dalam industri kosmetik modern. Merek Sariayu, khususnya, menjadi salah satu yang paling lekat di benak konsumen sebagai produk kecantikan berbahan herbal.
Warisan yang Bertahan
Kepergian Martha Tilaar menutup satu babak penting dalam sejarah industri kecantikan nasional. Namun, warisannya tidak hanya berupa produk yang sudah dikenal konsumen. Ia meninggalkan ekosistem usaha yang dibangun selama lebih dari lima dekade—dari salon kecil di garasi hingga grup perusahaan yang memiliki pabrik, merek beragam, dan layanan pendukung.
Bagi pelaku bisnis, perjalanan Martha Tilaar menunjukkan pentingnya memulai dari yang kecil, menggabungkan pengetahuan lokal dengan pendekatan modern, serta secara bertahap membangun kapasitas produksi dan diversifikasi. Dari layanan personal di salon, ia berhasil menciptakan merek yang bertahan lintas generasi dan berkontribusi pada berkembangnya industri kosmetik lokal Indonesia.
Image Source: AFU
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi