Mantan Napi Sukses Bisnis Kuliner, Omzetnya Hampir Rp20 Miliar

11/4/20262 min baca

Mantan Napi Sukses Bisnis Kuliner, Omzetnya Hampir Rp20 Miliar
Mantan Napi Sukses Bisnis Kuliner, Omzetnya Hampir Rp20 Miliar

Surakarta, 4 November 2026 - Ali Elreda pernah menghadapi masa gelap dalam hidupnya. Pada 2009, pria keturunan Lebanon-Amerika itu divonis karena kasus niat mendistribusikan kokain di Amerika Serikat. Ia menjalani hukuman hampir enam tahun, terbagi antara penjara dan rumah singgah (halfway house) antara 2007 hingga 2013.

Di balik jeruji besi, Elreda tidak memilih berdiam diri. Ia mendaftar kelas kuliner dan bekerja di dapur penjara. Kecintaannya pada makanan sudah muncul sejak kecil, saat sering ikut ibunya di dapur. Di penjara, keterampilan memasaknya berkembang. Ia belajar mengelola bahan terbatas, bekerja cepat, dan menciptakan rasa dari apa yang tersedia.

Setelah bebas, tantangan baru muncul. Status mantan narapidana membuat banyak tempat kerja menolaknya. Kesempatan datang dari sepupunya yang memiliki kios di pasar daging di Bell, California. Elreda diterima bekerja sebagai koki di dapur kecil yang mirip dengan dapur penjara. Ia mulai bereksperimen menggabungkan cita rasa Mediterania (akar Lebanon-nya) dengan masakan Meksiko yang akrab di lingkungan Latino tempat ia tumbuh.

Makanannya laris. Ketika sepupunya pindah ke luar negeri, Elreda membeli kios tersebut seharga 80.000 dolar AS. Ia mengembangkan konsep fusion lebih jauh. Beberapa tahun kemudian, ia menjual kios itu seharga 125.000 dolar dan menggunakan hasilnya untuk membuka restoran sendiri.

Pada 2016, Fatima’s Grill resmi dibuka di Downey, California. Nama restoran diambil dari nama putrinya, Fatima. Menu utamanya memadukan hidangan Lebanon dan Meksiko: burrito, taco, quesadilla, wrap, hingga kentang goreng dengan sentuhan khas. Salah satu yang paling terkenal adalah shawarma crunch wrap yang dilengkapi lapisan Flamin’ Hot Cheetos. Semua daging yang digunakan bersertifikat halal.

Media sosial menjadi mesin pertumbuhan utama. Foto-foto makanan berwarna-warni dan kombinasi rasa yang unik membuat Fatima’s Grill viral di Instagram dan TikTok. Restoran memiliki jutaan pengikut di kedua platform tersebut. Banyak pelanggan rela menempuh perjalanan 45 menit hingga satu jam hanya untuk mencoba makanannya.

Kesuksesan ini mendorong Elreda mengembangkan model franchise mulai 2021. Kini Fatima’s Grill memiliki sejumlah cabang di California Selatan, New York, Texas, dan beberapa kota lainnya. Elreda terus berencana ekspansi ke Atlanta, Cleveland, hingga Kanada.

Menurut dokumen yang ditinjau CNBC Make It, lokasi utama Fatima’s Grill menghasilkan pendapatan sekitar 1,1 juta dolar AS atau hampir Rp20 miliar per tahun. Sebagian besar penghasilan Elreda kini berasal dari royalti dan biaya franchise. Ia sering menekankan pentingnya second chance dan misi restoran untuk menyatukan orang lewat makanan.

Kisah Ali Elreda menunjukkan bahwa masa lalu tidak selalu menentukan masa depan. Dari dapur penjara, ia membangun bisnis kuliner yang dikenal luas. Keahlian yang dipelajari di saat sulit, keberanian bereksperimen, serta pemanfaatan media sosial menjadi kunci transformasinya dari mantan napi menjadi pengusaha restoran sukses.

Image Source: CNBC

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi