Meng Xiaoyi Luncurkan PettiChat, Kalung yang Bisa “Menerjemahkan” Suara Anjing dan Kucing
Surakarta, 25 Mei 2026 - Di era kecerdasan buatan yang semakin maju, mimpi berbicara dengan hewan peliharaan kini semakin mendekati kenyataan. Startup asal Hangzhou, China, Meng Xiaoyi, baru-baru ini meluncurkan perangkat inovatif bernama PettiChat — sebuah kalung pintar bertenaga AI yang diklaim mampu menerjemahkan vokalisasi, emosi, dan perilaku hewan peliharaan (anabul) menjadi kalimat bahasa manusia.
Perangkat seberat hanya 27 gram ini dipasang di leher hewan seperti kalung biasa. Menggunakan mikrofon sensitif, sensor gerak, dan model AI canggih, PettiChat menganalisis gonggongan anjing, meongan kucing, serta bahasa tubuh mereka secara real-time.
Klaim Akurasi Tinggi dan Fitur Unggulan
Menurut perusahaan, PettiChat memiliki tingkat akurasi hingga 95% dalam mendeteksi lebih dari 20 jenis emosi berbeda. Perangkat ini mampu menerjemahkan dalam waktu 1,2 detik saja. Contoh terjemahan yang ditunjukkan dalam video demo:
Kucing mengeong sambil melihat ke atas → “Aku ingin bermain”
Anjing menggonggong dengan ekor bergoyang → “Aku senang bertemu kamu”
Suara rendah dan tubuh tegang → “Aku lapar” atau “Aku tidak nyaman”
PettiChat tidak hanya menerjemahkan satu arah. Perusahaan mengklaim pengguna juga bisa berbicara ke hewan peliharaan mereka, dan AI akan mengubah ucapan manusia menjadi suara atau sinyal yang dipahami hewan.
Teknologi di Balik PettiChat
Perangkat ini dibangun di atas model Qwen AI milik Alibaba Cloud. Model tersebut dilatih menggunakan lebih dari 1 juta sampel suara hewan peliharaan dan ribuan jam video beranotasi yang dikumpulkan bersama dokter hewan dan relawan selama dua tahun terakhir. Kombinasi antara analisis audio, pola perilaku, dan konteks lingkungan membuat terjemahan lebih akurat dibandingkan aplikasi penerjemah hewan sebelumnya.
Harga PettiChat dibanderol sekitar 799 Yuan (sekitar Rp1,6 juta atau US$118). Sejak pre-order dibuka pada awal Mei 2026, perusahaan mengklaim sudah menerima lebih dari 10.000 pesanan.
Reaksi Publik dan Kontroversi
Video demo PettiChat langsung viral di berbagai platform, termasuk YouTube, Instagram, dan X. Banyak pemilik hewan peliharaan antusias dan melihat ini sebagai terobosan besar dalam memperkuat ikatan dengan anabul mereka.
Namun, tidak sedikit juga yang skeptis. Para ahli perilaku hewan dan ilmuwan mengkritik bahwa perusahaan belum merilis data ilmiah independen atau studi peer-reviewed untuk membuktikan klaim akurasi 95%. Beberapa menyebut ini sebagai “pemasaran cerdas” yang memanfaatkan harapan pemilik hewan, meski teknologi AI memang semakin mampu mengenali pola emosi hewan.
Tren Lebih Luas di Pet Tech
PettiChat bukan satu-satunya inovasi di bidang ini. Sebelumnya sudah ada aplikasi seperti MeowTalk (khusus kucing) dan Barkly AI (khusus anjing). Namun, PettiChat termasuk yang paling ambisius karena berbentuk hardware wearable dengan integrasi cloud computing yang kuat.
Di masa depan, teknologi serupa berpotensi digunakan tidak hanya untuk hiburan, tapi juga untuk mendeteksi dini masalah kesehatan hewan, seperti stres, sakit, atau ketidaknyamanan.
Kesimpulan
Kalung AI PettiChat dari Meng Xiaoyi menandai babak baru dalam hubungan manusia-hewan peliharaan. Meski masih ada keraguan soal akurasinya, antusiasme pasar menunjukkan bahwa masyarakat sangat tertarik untuk “berkomunikasi” lebih dalam dengan hewan kesayangan mereka.
Apakah ini revolusi sejati atau sekadar gimmick canggih? Waktu dan pengujian independen yang akan membuktikannya. Sementara itu, ribuan orang sudah menanti kedatangan kalung ini di rumah mereka.
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi