Neuralink Sukses Tanam Chip Otak pada Wanita Quadriplegia

6/26/20262 min baca

Neuralink Sukses Tanam Chip Otak pada Wanita Quadriplegia
Neuralink Sukses Tanam Chip Otak pada Wanita Quadriplegia

Surakarta, 26 Juni 2026 - Neuralink, perusahaan rintisan milik Elon Musk, kembali mencatatkan terobosan penting di bidang antarmuka otak-komputer (Brain-Computer Interface/BCI). Kali ini, perusahaan berhasil menanamkan chip otak pada Audrey, seorang perempuan quadriplegia yang menjadi pasien perempuan pertama dalam uji coba klinis Neuralink.

Audrey lumpuh total akibat kecelakaan mobil saat berusia 16 tahun. Selama lebih dari 20 tahun, ia kehilangan kemampuan menggerakkan tubuh bagian bawah dan atasnya, termasuk kegiatan yang sangat dicintainya: menggambar dan melukis. Kini, melalui chip Neuralink yang ditanam di otaknya, Audrey dapat mengendalikan kursor komputer, perangkat digital, dan bahkan lengan robotik hanya dengan kekuatan pikiran.

Dalam video demo yang dirilis Neuralink, Audrey terlihat kembali mengoleskan cat ke kanvas menggunakan lengan robotik. “Beralih dari kendali digital ke kendali robotik terasa sangat surreal karena rasanya seperti lengan saya sendiri. Rasanya menyenangkan bisa secara fisik mengoleskan cat ke kanvas,” ujar Audrey dengan penuh emosi.

Kemajuan Signifikan Neuralink

Sebelum Audrey, Neuralink telah berhasil mengimplan chip pada pasien pria pertama, Noland Arbaugh, yang kini mampu bermain game, mengontrol kursi roda, dan bahkan bermain catur hanya dengan pikiran. Keberhasilan pada Audrey menandakan bahwa teknologi ini tidak hanya berfungsi pada pasien pria, tetapi juga memberikan hasil yang konsisten pada pasien perempuan.

Chip Neuralink (disebut Link) berukuran sangat kecil dan ditanam melalui operasi robotik yang presisi tinggi. Chip ini membaca sinyal saraf dari otak, menerjemahkannya menjadi perintah digital, dan memungkinkan kontrol perangkat eksternal tanpa kabel. Versi terbaru juga semakin aman dengan material yang lebih biokompatibel dan transmisi data nirkabel yang lebih stabil.

Dampak yang Lebih Luas

Keberhasilan ini menjadi harapan besar bagi jutaan orang di seluruh dunia yang mengalami kelumpuhan akibat cedera tulang belakang, stroke, ALS, atau kondisi neurologis lainnya. Neuralink bertujuan tidak hanya memulihkan fungsi motorik, tetapi juga suatu hari nanti mampu mengobati kebutaan, gangguan pendengaran, dan bahkan meningkatkan kemampuan kognitif manusia sehat.

Elon Musk menyatakan bahwa tujuan jangka panjang Neuralink adalah menciptakan simbiosis antara manusia dan AI sehingga manusia tidak tertinggal dalam era kecerdasan buatan.

Meski masih dalam tahap uji klinis, kemajuan Neuralink berjalan sangat cepat. Perusahaan terus merekrut pasien baru dan meningkatkan teknologi untuk mengurangi risiko operasi serta meningkatkan umur pakai implan.

Kisah Audrey menjadi inspirasi bahwa teknologi tidak hanya tentang inovasi, tetapi juga tentang mengembalikan harapan dan kualitas hidup manusia. Setelah dua dekade merasa kehilangan bagian dari dirinya, Audrey kini kembali bisa berkreasi melalui seni yang sangat dicintainya.

Sumber Gambar: Neuralink

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi