Papan Tulis AI China Sulap Tulisan Guru Jadi Gambar 3D


Surakarta, 26 Juli 2026 - China kembali menunjukkan kemajuan pesat di bidang pendidikan berbasis teknologi. Di ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 yang digelar di Shanghai, perusahaan iFlytek memamerkan papan tulis pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengubah tulisan tangan guru menjadi visual interaktif secara real-time.
Teknologi ini mengingatkan banyak orang pada kartun klasik ChalkZone, di mana gambar yang dibuat di papan tulis seolah hidup dan berubah menjadi dunia visual yang dinamis. Dalam demonstrasi tersebut, seorang guru cukup menulis persamaan matematika y = x² - 3 di layar digital. Sistem AI kemudian secara otomatis menampilkan grafik parabola, mengenali bentuk geometri yang digambar, dan menyulapnya menjadi model 3D yang dapat diputar serta dipelajari dari berbagai sudut pandang.
Fitur Unggulan iFlytek Tongchuang AI Blackboard
Produk yang dipamerkan bernama iFlytek Tongchuang AI Blackboard. Perangkat ini memadukan AI dengan perangkat lunak matematika dan visualisasi canggih. Beberapa kemampuannya meliputi:
Pengenalan tulisan tangan secara akurat
Konversi otomatis ke grafik, diagram, atau model 3D
Pencarian materi pembelajaran terkait secara instan
Interaksi multi-touch yang mendukung pembelajaran kolaboratif
Menurut iFlytek, papan tulis AI ini telah digunakan di 33 wilayah setingkat provinsi dan lebih dari 1.400 kabupaten atau distrik di seluruh China. Meski demikian, belum semua sekolah menggunakan perangkat dengan kemampuan setinggi yang diperlihatkan dalam demonstrasi.
Konteks WAIC dan Ambisi Pendidikan AI China
WAIC 2026 menjadi ajang penting bagi China untuk memamerkan inovasi AI di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Pemerintah China sangat mendorong integrasi AI ke dalam sistem pendidikan nasional sebagai bagian dari strategi “Digital Education” dan “Smart Classroom”.
iFlytek sendiri merupakan salah satu pemimpin AI di China, khususnya di bidang speech recognition dan education technology. Perusahaan ini sudah lama berfokus pada solusi AI untuk sekolah dan universitas.
Dampak bagi Pendidikan
Teknologi semacam ini berpotensi mengubah cara guru mengajar dan siswa belajar. Konsep abstrak seperti persamaan kuadrat atau geometri ruang dapat divisualisasikan secara langsung, sehingga lebih mudah dipahami. Guru juga bisa lebih fokus pada interaksi dengan siswa daripada sekadar menggambar di papan.
Namun, tantangan tetap ada, mulai dari biaya perangkat, kesiapan infrastruktur digital di daerah terpencil, hingga literasi digital guru.
Kesimpulan
Demonstrasi papan tulis AI iFlytek di WAIC 2026 menandakan bahwa China serius membawa AI ke ruang kelas. Apa yang dulu hanya ada di kartun kini mulai menjadi kenyataan di sekolah-sekolah. Jika terus dikembangkan dan diperluas, teknologi ini bisa menjadi standar baru dalam pendidikan digital global.
Indonesia dan negara-negara lain tentu bisa belajar dari pendekatan China dalam mengintegrasikan AI ke sistem pendidikan secara masif.
Sumber gambar: Shangguen Jiewen
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi