Pengusaha Malaysia Arsyan Ismail Raup US$70 Juta dari Penjualan Domain AI.com ke CEO Crypto.com

2/13/20262 min baca

a black and white photo of the word comm
a black and white photo of the word comm

Surakarta, 13 Februari 2026 - Pengusaha teknologi asal Malaysia, Arsyan Ismail, berhasil meraup keuntungan fantastis sebesar US$70 juta atau sekitar Rp1,14 triliun (berdasarkan kurs Rp16.300 per dolar AS pada Februari 2026) dari penjualan domain AI.com miliknya kepada Kris Marszalek, CEO Crypto.com. Transaksi ini difasilitasi oleh broker domain Larry Fischer pada April 2025, dan menjadi penjualan domain termahal sepanjang sejarah, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang CarInsurance.com sebesar US$49,7 juta pada 2010. Domain yang sederhana tapi berpotensi tinggi ini awalnya dibeli Arsyan pada 1993 saat ia berusia 10 tahun, dengan harga hanya 256 ringgit Malaysia atau setara Rp200 ribu saat itu, menggunakan kartu kredit ibunya. Kisah ini pertama kali diungkap oleh Malay Mail pada 10 Februari 2026, setelah broker Fischer mempublikasikannya tepat sebelum gelaran Super Bowl AS, yang menjadi momen strategis untuk menarik perhatian investor teknologi.

Domain AI.com, yang merupakan singkatan dari nama Arsyan Ismail sendiri, telah menjadi aset berharga di era boom kecerdasan buatan (AI). Menurut laporan Domain Name Wire pada Mei 2025, Crypto.com membeli domain ini untuk memperkuat branding proyek AI mereka, termasuk pengembangan wallet kripto berbasis AI dan integrasi dengan platform exchange mereka. Arsyan, yang dikenal sebagai pionir domain investing di Asia Tenggara, sempat menolak tawaran US$1 juta dari perusahaan lain pada 2018, memilih menunggu momen tepat hingga akhirnya menjual ke Marszalek. "Ini bukan sekadar jual beli domain, tapi investasi jangka panjang yang membuahkan hasil luar biasa," kata Arsyan dalam wawancara dengan The Edge Malaysia pada Juni 2025, di mana ia menceritakan bagaimana domain itu dibeli saat ia masih anak-anak dengan visi masa depan internet.

Penjualan ini bukan tanpa kontroversi. Beberapa netizen dan analis mempertanyakan bagaimana domain diregistrasi 30 tahun lalu oleh anak berusia 10 tahun, dengan rumor bahwa transaksi ini bisa terkait pencucian uang atau skema penghindaran pajak, meskipun belum ada bukti konkret. Menurut laporan TechCrunch pada Juli 2025, Fischer membantah rumor tersebut, menyatakan bahwa transaksi sepenuhnya legal dan transparan melalui escrow service, dengan pajak capital gains yang dibayarkan Arsyan di Malaysia. Di sisi lain, penjualan domain premium seperti ini semakin umum di era AI, dengan contoh Voice.com yang terjual US$30 juta pada 2019, menurut GoDaddy Registry.

Kisah Arsyan ini menjadi inspirasi bagi investor domain di Indonesia, di mana pasar domain .id juga sedang berkembang dengan penjualan seperti AI.id yang mencapai Rp500 juta pada 2025, menurut laporan Bisnis Indonesia. Dengan kekayaan baru ini, Arsyan berencana investasi di startup AI di Asia Tenggara, menunjukkan bagaimana domain sederhana bisa menjadi aset bernilai tinggi di era digital.