Prabowo Undang Ray Dalio Jadi Anggota Dewan Penasihat Danantara


Surakarta, 31 Maret 2026 – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting dengan investor legendaris Ray Dalio pada Jumat (27 Maret 2026). Pertemuan ini membahas strategi penguatan ekonomi Indonesia, sekaligus menandai langkah konkret pemerintah dalam menarik investor global berkaliber untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo secara resmi mengundang Ray Dalio bergabung sebagai salah satu anggota Dewan Penasihat Danantara (Indonesia Investment Authority). Prabowo menekankan pentingnya memperkuat Danantara sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. “Kita ingin Danantara tidak hanya mengelola aset negara, tapi juga menjadi mitra strategis yang mampu menarik investasi berkualitas tinggi dan membangun kepercayaan internasional,” ujar Prabowo.
Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates — salah satu hedge fund terbesar di dunia — dikenal sebagai investor yang sangat berpengalaman dalam memprediksi siklus ekonomi global dan berinvestasi di pasar berkembang. Ia juga penulis buku laris “Principles” yang banyak dijadikan referensi para pemimpin bisnis dan negara. Kehadiran Dalio diharapkan dapat memberikan masukan strategis bagi Danantara dalam mengoptimalkan aset negara, mengelola BUMN strategis, serta menjalankan peran sebagai sovereign wealth fund yang lebih profesional dan transparan.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet inti, antara lain:
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani
Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
Menurut sumber Istana, pembahasan mencakup peluang investasi di sektor infrastruktur, energi terbarukan, teknologi, dan hilirisasi sumber daya alam. Prabowo juga menyoroti visi Indonesia Emas 2045 dan bagaimana Danantara dapat menjadi instrumen utama mewujudkannya.
Ray Dalio sendiri dikenal memiliki ketertarikan khusus terhadap Indonesia sebagai pasar berkembang dengan potensi besar. Sebelumnya, ia pernah menyatakan optimisme terhadap prospek ekonomi Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang memiliki bonus demografi dan sumber daya alam melimpah.
Kehadiran Dalio di Dewan Penasihat Danantara diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas lembaga tersebut di mata investor global, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dunia akibat konflik geopolitik dan fluktuasi harga komoditas.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Prabowo untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia melalui kolaborasi dengan tokoh-tokoh berpengaruh dunia, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun tata kelola yang lebih baik dan menarik investasi berkualitas.
Sumber Gambar: Sekretariat Kabinet
