Putin Boyong 40 Kesepakatan dari Kunjungan ke China, Kontras dengan Lawatan Trump

5/21/20262 min baca

Putin Boyong 40 Kesepakatan dari Kunjungan ke China, Kontras dengan Lawatan Trump
Putin Boyong 40 Kesepakatan dari Kunjungan ke China, Kontras dengan Lawatan Trump

Surakarta, 21 Mei 2026 - Presiden Rusia Vladimir Putin menyelesaikan kunjungan kenegaraan dua hari ke Beijing (19–20 Mei 2026) dengan hasil konkret yang signifikan. Kremlin dan pemerintah China mengumumkan penandatanganan sekitar 40 kesepakatan dan dokumen bilateral lintas berbagai sektor, mulai dari perdagangan, energi, transportasi, inovasi, pendidikan, hingga kerja sama media dan keamanan.

Kunjungan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengunjungi Beijing. Perbedaan hasil kedua kunjungan menjadi sorotan dunia: sementara kunjungan Trump bersama para CEO teknologi besar AS tidak menghasilkan kesepakatan besar yang konkret, Putin pulang dengan “buah tangan” berupa puluhan perjanjian strategis.

Detail Kesepakatan dan Deklarasi Bersama

Menurut juru bicara Kremlin Yury Ushakov, sekitar 20 dokumen ditandatangani langsung di hadapan kedua pemimpin di Great Hall of the People. Total sekitar 40 dokumen mencakup perjanjian antar-pemerintah, antar-lembaga, dan komersial. Salah satu poin penting adalah perpanjangan Treaty of Good-Neighbourliness and Friendly Cooperation yang pertama kali ditandatangani 25 tahun lalu.

Kedua negara juga mengeluarkan Deklarasi Bersama tentang Dunia Multipolar, yang menekankan penolakan terhadap “unilateralisme” dan “hukum rimba” dalam hubungan internasional. Xi Jinping menyebut hubungan China-Rusia berada di “tingkat tertinggi dalam kemitraan strategis komprehensif”, sementara Putin menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi faktor stabilisasi global di tengah ketegangan geopolitik.

Bidang utama kerja sama meliputi:

  • Energi (termasuk kemajuan proyek pipa gas Power of Siberia 2)

  • Perdagangan dan investasi

  • Teknologi dan inovasi

  • Transportasi dan infrastruktur

  • Kerja sama militer dan keamanan regional

Kontras dengan Kunjungan Trump

Kunjungan Putin disambut dengan upacara resmi yang megah, termasuk penghormatan kehormatan dan karpet merah di Tiananmen Square. Hal ini kontras dengan kunjungan Trump yang lebih berfokus pada isu perdagangan, Taiwan, dan Iran, tetapi minim hasil kesepakatan konkret. Para analis melihat kunjungan Putin sebagai sinyal bahwa China tetap memperkuat kemitraan dengan Rusia meski baru saja menerima tamu dari Washington.

Hubungan Putin-Xi yang sudah sangat dekat (mereka telah bertemu lebih dari 40 kali) semakin mengukuhkan poros China-Rusia di tengah tekanan Barat terhadap Moskow akibat konflik Ukraina.

Reaksi dan Signifikansi

Kunjungan ini semakin memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara di tengah sanksi Barat terhadap Rusia. China menjadi mitra dagang terbesar Rusia, sementara Rusia menjadi pemasok energi penting bagi China. Kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk terus memperdalam kemitraan “tanpa batas” mereka.

Hingga berita ini ditulis, rincian lengkap dari seluruh 40 kesepakatan belum dirilis secara publik, tetapi Kremlin menyebut hasil kunjungan ini “sangat memuaskan” dan melebihi ekspektasi.

Sumber gambar: South China Morning Post

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi