Putin, Korut, China, dan Irak Sambut Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

3/12/20262 min baca

The russian flag waves against a blue sky.
The russian flag waves against a blue sky.

Surakarta, 12 Maret 2026 – Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) Republik Islam Iran yang ketiga mendapat sambutan hangat dari sejumlah negara besar yang selama ini menjadi mitra strategis Iran. Rusia, Korea Utara, China, dan Irak secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Majelis Ahli Iran yang memilih putra sulung almarhum Ayatollah Ali Khamenei ini. Pengumuman resmi ini disampaikan pada Senin (9 Maret 2026), hanya beberapa hari setelah kematian Khamenei akibat serangan gabungan AS-Israel.

Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi salah satu pemimpin pertama yang menyampaikan ucapan selamat. Melalui pernyataan resmi Kremlin yang dikutip RIA Novosti, Putin menyatakan bahwa Rusia “sepenuhnya mendukung semua langkah yang diambil pemerintah Iran” dan akan tetap menjadi mitra strategis yang andal. “Kepemimpinan baru Iran akan terus memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertahanan, ekonomi, dan energi,” ujar Putin.

Korea Utara juga memberikan respons positif. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut (yang tidak disebutkan namanya) menyatakan bahwa Pyongyang “menghormati hak berdaulat rakyat Iran dalam memilih pemimpin baru” dan menilai proses pemilihan Mojtaba sesuai dengan konstitusi negara tersebut. Al Jazeera melaporkan bahwa dukungan Korut ini sejalan dengan hubungan militer kedua negara yang semakin erat, termasuk pertukaran teknologi rudal dan drone.

China menyampaikan sikap yang lebih diplomatis namun tegas. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun menegaskan bahwa pemilihan Mojtaba “sepenuhnya sesuai dengan konstitusi Iran” dan menentang segala bentuk campur tangan asing dalam urusan internal negara berdaulat. “China akan terus mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasionalnya,” tambah Guo, seperti dikutip Xinhua.

Tidak ketinggalan, Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani menyatakan keyakinannya bahwa Mojtaba Khamenei memiliki kapasitas untuk memimpin Iran menghadapi tantangan sensitif saat ini. “Irak siap menjadi jembatan dialog dan mendukung stabilitas Iran sebagai tetangga dekat,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Sambutan dari poros ini kontras dengan sikap AS dan Israel. Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan Mojtaba “tidak dapat diterima”, sementara Israel mengancam akan menargetkan siapa pun yang menggantikan Khamenei. Dukungan dari Rusia, China, Korut, dan Irak ini semakin memperkuat “Axis of Resistance” yang selama ini menjadi tulang punggung Iran.

Di dalam negeri, ribuan warga Iran turun ke jalan menyambut pemimpin baru dengan meneriakkan slogan anti-AS dan Israel. Pemerintahan sementara di bawah Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pemilihan ini menjamin kelanjutan garis perlawanan terhadap agresi Barat.

Konflik Iran-AS-Israel yang masih berlangsung membuat dukungan internasional ini menjadi sangat penting bagi stabilitas Iran. Para analis memprediksi bahwa kepemimpinan Mojtaba akan membuat kebijakan luar negeri Iran semakin keras, terutama dalam mendukung kelompok proksinya di Yaman, Lebanon, dan Irak.