Ramai Mal Dipagari Tinggi: Pengusaha Bongkar Alasan di Baliknya


Surakarta, 6 Agustus 2026 - Fenomena pagar besi tinggi yang muncul di sejumlah pusat perbelanjaan belakangan ini menyita perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan mengapa pengelola mal mulai membatasi akses di area depan gedung yang sebelumnya terbuka lebar. Foto dan video pagar setinggi 2–3 meter di depan mal, termasuk di Jakarta dan Surabaya, cepat beredar di media sosial dan memicu spekulasi soal keamanan.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menjelaskan bahwa pemasangan pagar terutama bertujuan menata arus keluar-masuk pengunjung agar lebih tertib. Tanpa pembatas, pengunjung bisa mengakses mal dari berbagai sisi, sehingga pengelolaan mobilitas menjadi sulit dan berpotensi mengganggu lalu lintas di sekitar kawasan.
“Sebetulnya tujuan utamanya adalah supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka, pengunjung bisa masuk dari mana saja, keluar dari mana saja, sehingga membahayakan lalu lintas sekitar,” ujar Alphonzus.
Bukan Kebijakan Baru
Menurut APPBI, pemasangan pagar di pusat perbelanjaan bukanlah fenomena baru. Banyak mal sudah dilengkapi pagar sejak awal dibangun. Beberapa mal yang baru memasangnya belakangan umumnya melakukannya demi ketertiban operasional. Pagar juga dianggap sebagai salah satu bentuk mitigasi risiko, terutama bagi mal yang berada di pusat kota atau dekat titik yang sering digunakan untuk demonstrasi.
Fenomena serupa sudah lebih dulu terlihat di Surabaya. Pusat perbelanjaan di bawah pengelolaan Pakuwon Group, seperti Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall, telah memasang pagar tinggi.
Respons Pemerintah dan Kepolisian
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai pemasangan pagar kemungkinan dipicu kekhawatiran terhadap kondisi keamanan. Namun, ia berencana meminta pengelola untuk melepas pagar tersebut karena dinilai menciptakan kesan ruang publik yang semakin tertutup dan bisa menimbulkan persepsi negatif bahwa Jakarta sedang tidak aman.
“Kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik. Kami sebagai pemerintah daerah bersama TNI dan Polri akan menjaga Jakarta,” tegas Pramono.
Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan kondisi keamanan Jakarta tetap aman dan kondusif. Kepolisian menyatakan belum menerima pemberitahuan rencana aksi maupun menemukan indikasi ancaman penjarahan, sehingga masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh isu yang beredar.
Beberapa hari kemudian, pagar di sejumlah mal, termasuk Mal Kota Kasablanka, mulai dicopot menyusul koordinasi dengan pemerintah daerah.
Antara Ketertiban dan Citra Kota
Bagi pengelola, pengaturan akses menjadi bagian penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Namun di sisi lain, pagar tinggi yang mencolok dapat mengurangi kesan terbuka dan ramah dari ruang publik kota. Keseimbangan antara kebutuhan operasional pengelola dengan citra kota yang aman dan nyaman menjadi tantangan yang perlu dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat.
Kesimpulan
Pemasangan pagar tinggi di mal lebih banyak didorong oleh kebutuhan penataan arus pengunjung dan mitigasi risiko operasional, bukan karena adanya ancaman konkret yang terkonfirmasi. Pemerintah daerah dan aparat keamanan menekankan bahwa kondisi Jakarta tetap kondusif. Komunikasi yang transparan antara pengelola, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar fenomena ini tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan di tengah publik.
Image Source: AFU.id
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi