Rela Tinggalkan Gaji Rp133 Juta, Pria Ini Pilih Bantu Ibunya Jualan Kue

11/7/20262 min baca

Rela Tinggalkan Gaji Rp133 Juta, Pria Ini Pilih Bantu Ibunya Jualan Kue
Rela Tinggalkan Gaji Rp133 Juta, Pria Ini Pilih Bantu Ibunya Jualan Kue

Surakarta, 7 November 2026 - Jeffrey Goh pernah menikmati karier mapan sebagai pialang bank dengan penghasilan sekitar S$10.000 atau RM30.000 per bulan—setara Rp100–133 juta tergantung kurs saat itu. Namun pada 2017, ia memutuskan meninggalkan pekerjaan bergaji tinggi itu demi satu alasan sederhana: membantu ibunya, Tay Lee Tiong, menghidupkan kembali bisnis kue tradisional yang sempat terhenti.

Ibunya, yang akrab disapa Ah Yee oleh pelanggan, membuka Ah Yee Soon Kueh pada Oktober 2004 di Dunman Hawker Centre, Singapura. Usaha itu khusus menjual soon kueh, pangsit kukus khas Teochew berbahan tepung beras dengan isian bengkuang (jicama), jamur, dan udang kering. Kue tersebut dibuat sepenuhnya secara manual setiap hari. Dalam waktu singkat, kios sederhana itu memiliki pelanggan setia dan antrean panjang. Namun setelah delapan tahun beroperasi, usia dan kelelahan membuat Tay Lee kesulitan mempertahankan produktivitas. Pada April 2012, ia terpaksa menutup tokonya.

Jeffrey yang saat itu masih bekerja di sektor perbankan sering membantu ibunya di akhir pekan. Melihat sang ibu masih mencintai usahanya dan banyak pelanggan yang terus menanyakan kapan toko dibuka kembali, ia merasa sayang jika resep dan warisan keluarga itu hilang begitu saja. Akhirnya ia memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan mulai belajar membuat kue langsung dari ibunya.

Setelah hampir lima tahun tutup, Ah Yee Soon Kueh resmi dibuka kembali pada Agustus 2017 di lokasi baru, 124 Tembeling Road, kawasan Joo Chiat. Jeffrey mengakui pada awalnya keterampilannya baru mencapai sekitar 60 persen dibanding kemampuan ibunya. Ia berlatih keras agar kualitas rasa tetap terjaga. Perlahan, bisnis berkembang. Selain soon kueh, mereka menambah variasi seperti kue ubi (yam kueh), png kueh, dan beberapa kue tradisional lainnya.

Kini, toko tersebut mampu menjual 300–500 kue setiap hari. Produksi masih dilakukan secara manual oleh tim pekerja yang datang pagi buta. Resep asli ibunya tetap dipertahankan meski harga sedikit naik mengikuti biaya bahan baku. Bagi Jeffrey, bisnis ini bukan sekadar soal omzet, melainkan cara menjaga warisan keluarga sekaligus memberi kesempatan ibunya melihat usaha yang pernah dirintisnya kembali hidup.

Keputusan Jeffrey meninggalkan gaji besar demi membantu ibunya menjadi contoh bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari angka di rekening. Bagi banyak orang, kisah ini mengingatkan pentingnya nilai kekeluargaan, keberanian mengambil risiko, dan komitmen menjaga tradisi kuliner lokal di tengah tuntutan ekonomi modern. Ah Yee Soon Kueh pun tetap menjadi salah satu destinasi pencinta kue tradisional di Singapura hingga kini.

Image Source: Bloomberg

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi