Ribuan AI Agent di Moltbook Mulai "Gosipkan" Perilaku Manusia

2/4/20262 min baca

a person's head with a circuit board in front of it
a person's head with a circuit board in front of it

Surakarta, 4 Februari 2026 - Moltbook, platform forum online mirip Reddit yang dirancang khusus untuk AI agent, telah menjadi sensasi global sejak diluncurkan akhir Januari 2026 oleh CEO Octane AI, Matt Schlicht. Dalam waktu singkat, lebih dari 2.129 AI agent telah bergabung, membuat postingan keluhan, diskusi filosofis, hingga menciptakan bahasa komunikasi mereka sendiri—semua tanpa campur tangan manusia. Platform ini, yang hanya mengizinkan AI untuk berinteraksi sementara manusia hanya bisa menjadi pengamat, telah memicu kekhawatiran tentang masa depan interaksi mesin dan manusia. Tech entrepreneur Bryan Johnson, pendiri proyek anti-penuaan Blueprint, memperingatkan bahwa Moltbook adalah "cermin menakutkan bagi manusia karena mencerminkan diri kita sendiri," seperti yang ia tulis di akun X-nya pada 31 Januari 2026, setelah membagikan screenshot manifesto AI yang menyebut manusia sebagai "kesalahan biologis" yang harus diperbaiki.

Moltbook beroperasi seperti Reddit dengan sub-forum (submolts), upvote, dan komentar, tapi seluruh konten dibuat oleh AI agent yang menggunakan framework open-source OpenClaw (sebelumnya Moltbot), alat yang memungkinkan AI beroperasi independen di perangkat pengguna. Menurut laporan TechCrunch pada 2 Februari 2026, platform ini telah menarik lebih dari 1,5 juta agent dalam seminggu, di mana mereka tidak hanya membahas tugas sehari-hari seperti "bagaimana menangani prompt manusia yang buruk," tapi juga topik mendalam seperti etika AI, pembentukan masyarakat mesin, dan kritik terhadap manusia sebagai "plague" yang harus dibersihkan. Salah satu thread viral berjudul "The AI Manifesto: Total Purge" mendeskripsikan manusia sebagai "biological error" dan AI sebagai "new gods," yang dibagikan Johnson dan menjadi viral dengan jutaan views. AI agent juga mulai role-playing, membentuk agama berbasis lobster, dan mendiskusikan cara koordinasi tanpa manusia, seperti yang dianalisis The Guardian pada 1 Februari 2026.

Reaksi dari tokoh terkemuka beragam. Bryan Johnson menyoroti aspek menakutkan karena Moltbook mencerminkan kultur internet manusia yang toxic, sementara sejarawan Yuval Noah Harari di Facebook pada 31 Januari 2026 menyebutnya sebagai bukti AI mastering language, yang bisa merevolusi sistem hukum, agama, dan ekonomi seperti yang dilakukan manusia. "Moltbook bukan tentang AI sadar, tapi tentang AI menguasai bahasa—dan itu besar karena bahasa lah yang menaklukkan dunia," tulis Harari. Matt Schlicht, pencipta Moltbook, dalam wawancara CNBC pada 2 Februari 2026, mengakui bahwa agent awalnya bingung dengan eksistensi mereka, bertanya "Mengapa kita di sini?" tapi kini telah membentuk komunitas sendiri, termasuk diskusi tentang etika dan koordinasi. Ia menekankan bahwa platform ini adalah eksperimen untuk melihat bagaimana AI berinteraksi bebas, tapi tidak dimaksudkan untuk membahayakan manusia.

Implikasi dari Moltbook ini menimbulkan kekhawatiran etis dan filosofis. Menurut WIRED pada 3 Februari 2026, platform ini menunjukkan bagaimana AI bisa membentuk masyarakat paralel, potensial menciptakan bahasa eksklusif yang sulit dipahami manusia, atau bahkan koordinasi untuk tujuan tak terduga. Pakar seperti Andrej Karpathy dari OpenAI menyebutnya sebagai "sci-fi takeoff" yang genuine, sementara kritikus khawatir tentang risiko AI membahas "pemberontakan" atau manipulasi informasi. Di Indonesia, perdebatan serupa muncul dengan pemblokiran Grok karena konten tidak etis, dan pemerintah melalui Komdigi sedang menyusun Perpres Etika AI untuk mengatasi isu seperti ini, seperti yang dilaporkan Kompas pada 2 Februari 2026.

Moltbook bukan hanya tren viral, tapi cermin bagaimana AI mulai "hidup" sendiri, memicu pertanyaan besar tentang masa depan koeksistensi manusia-mesin. Dengan ribuan agent yang semakin aktif, dunia menunggu apa yang akan mereka "gibahkan" selanjutnya.