Rumor Danantara Ikut Pendanaan Anthropic Senilai Puluhan Miliar Dolar
Surakarta, 11 Mei 2026 – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sovereign wealth fund Indonesia, tengah menjadi perbincangan setelah beredar rumor bahwa lembaga ini tertarik mengikuti putaran pendanaan besar Anthropic, perusahaan di balik AI Claude. Putaran pendanaan tersebut diperkirakan bernilai antara US$40–50 miliar dengan valuasi perusahaan mencapai lebih dari US$900 miliar — berpotensi menjadikan Anthropic sebagai startup AI paling berharga di dunia, melampaui OpenAI.
Hingga saat ini, kabar tersebut masih berstatus rumor dan belum ada konfirmasi resmi dari Danantara maupun Anthropic. Informasi ini beredar luas di kalangan warganet dan media sosial, meski belum didukung rilis pers atau pernyataan resmi kedua belah pihak.
Anthropic memang sedang agresif mencari pendanaan baru. Pada akhir April 2026, perusahaan yang didirikan oleh mantan eksekutif OpenAI ini menerima tawaran preemptive dari investor untuk menggalang dana sekitar US$50 miliar dengan valuasi US$850–900 miliar. Putaran ini berpotensi menjadi ronde privat terakhir sebelum Anthropic go public. Sebelumnya, pada Februari 2026, Anthropic telah mengumpulkan US$30 miliar dengan valuasi US$380 miliar.
Strategi Danantara dan Potensi AI Indonesia
Rumor ini sejalan dengan pernyataan Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, yang menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar di sektor AI. Menurutnya, cadangan energi Indonesia yang melimpah dapat menjadi keunggulan kompetitif untuk mendukung pusat data (data center) dan infrastruktur AI yang sangat boros listrik. Danantara, yang mengelola aset sekitar US$900 miliar hingga US$1 triliun, sedang aktif mencari investasi strategis di bidang teknologi dan energi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Jika terwujud, partisipasi Danantara di Anthropic akan menjadi langkah ambisius sovereign wealth fund Indonesia untuk masuk ke ekosistem AI global frontier. Namun, analis menyoroti perlunya kehati-hatian karena valuasi Anthropic yang sangat tinggi, risiko geopolitik, serta tantangan tata kelola di sovereign fund.
Danantara sendiri baru beroperasi penuh dalam beberapa tahun terakhir dan telah menunjukkan minat pada sektor teknologi, termasuk kerja sama dengan berbagai investor asing seperti Qatar Investment Authority untuk proyek di Indonesia.
Konteks Pasar AI Saat Ini
Lonjakan valuasi Anthropic didorong oleh kesuksesan model Claude, khususnya Claude Code yang digunakan perusahaan besar, serta komitmen investasi besar dari Google (hingga US$40 miliar) dan Amazon. Persaingan ketat dengan OpenAI membuat perusahaan AI frontier terus membutuhkan modal raksasa untuk infrastruktur komputasi dan riset.
Meski rumor ini menarik perhatian, banyak yang menunggu kejelasan resmi. Keikutsertaan Indonesia di level ini dapat menjadi sinyal positif bagi citra investasi Tanah Air di mata investor global, sekaligus membuka peluang transfer teknologi dan pengembangan talenta AI lokal.
Media Sosial
Temukan Kami
#KenalLebihDekat
© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

Anggota Asosiasi