Sosok di Balik Berubahnya Hutan Karet Jadi Kawasan Elite Pondok Indah

9/12/20262 min baca

Sosok di Balik Berubahnya Hutan Karet Jadi Kawasan Elite Pondok Indah
Sosok di Balik Berubahnya Hutan Karet Jadi Kawasan Elite Pondok Indah

Surakarta, 12 September 2026 - Pondok Indah kini dikenal sebagai salah satu kawasan elite Jakarta Selatan. Namun, pada 1970-an, wilayah ini masih didominasi hutan karet, sawah kering, ladang palawija, dan pemukiman sederhana yang jauh dari pusat kota. Bagi Ciputra, arsitek dan pengembang legendaris, kondisi tersebut justru menjadi peluang bisnis yang strategis.

Ia memprediksi pertumbuhan Jakarta akan mendorong kebutuhan hunian berkualitas yang dekat dengan pusat aktivitas. Lokasi Pondok Pinang (yang kemudian menjadi Pondok Indah) dinilai ideal: tanahnya tidak banjir, kualitas udara lebih baik dibanding kawasan utara, serta berbatasan dengan jalan-jalan penting menuju Bogor dan pusat kota.

Kerja Sama dengan Sudono Salim

Untuk mewujudkan idenya, Ciputra menggandeng taipan Sudono Salim (Liem Sioe Liong). Saat itu Salim justru berniat mengembangkan kawasan Sunter di Jakarta Utara. Ciputra berhasil meyakinkannya bahwa kawasan selatan memiliki prospek lebih baik karena kualitas tanah dan udaranya. Dari kerja sama itu, proyek Pondok Indah mulai dirancang dengan dukungan pendanaan Salim, termasuk pinjaman dan jaminan bank.

Proyek seluas sekitar 448–460 hektare dikembangkan melalui PT Metropolitan Kentjana (didirikan 1972). Pembangunan dimulai pada 1970-an dan kawasan perumahan mulai rampung pada awal 1980-an. Awalnya, Ciputra lebih banyak menjual kavling daripada rumah jadi, karena ia percaya calon penghuni kalangan atas lebih memilih merancang rumah sendiri. Rumah-rumah yang dibangun kemudian laris dibeli pekerja dan profesional yang bekerja di pusat Jakarta.

Dari Perumahan ke Kawasan Terpadu

Pengembangan tidak berhenti pada perumahan. Pada 1989, dibangun Pondok Indah Mall dan lapangan golf. Tahun 1991 menyusul apartemen dan fasilitas perkantoran. Dalam waktu kurang dari dua dekade, kawasan yang sebelumnya sepi berubah menjadi salah satu pusat hunian premium dan gaya hidup Jakarta. Infrastruktur yang semakin baik serta akses menuju pusat kota turut mendorong kenaikan nilai propertinya.

Kini, pengelolaan kawasan Pondok Indah masih berada di tangan PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), yang terus mengembangkan pusat perbelanjaan (termasuk perluasan mal), hotel, dan fasilitas hiburan. Kepemilikan terbesar Metropolitan Kentjana tercatat berada pada PT Karuna Paramita Propertindo sebesar sekitar 47,4%, perusahaan yang terkait dengan keluarga Moordaya Poo (Murdaya Poo) dan Siti Hartati Murdaya.

Transformasi yang Bertahan Lama

Kisah Pondok Indah menunjukkan visi jangka panjang seorang pengembang. Ciputra melihat potensi di lahan yang dianggap pinggiran, membangun kerja sama strategis, dan menciptakan kawasan terpadu yang tidak hanya hunian, tetapi juga pusat komersial dan gaya hidup. Hasilnya, kawasan yang dulu hutan karet kini menjadi simbol status dan salah satu properti paling bergengsi di ibu kota.

Pondok Indah bermula dari hutan karet dan sawah di Pondok Pinang. Ciputra melihat peluang hunian premium dekat pusat Jakarta, lalu menggandeng Sudono Salim untuk mendanai proyek melalui PT Metropolitan Kentjana. Dari perumahan di 1970–1980-an, kawasan ini berkembang menjadi kompleks elite lengkap dengan mal, golf, dan apartemen. Kini dikelola MKPI dan tetap menjadi salah satu kawasan paling prestisius di Jakarta.

Image Source: beautynesia dengan gubahan

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi