Sri Mulyono Herlambang: Jatuh dari Jenderal Lalu Bangkit Lewat Bisnis Ayam

9/20/20262 min baca

flock of hen
flock of hen

Surakarta, 20 September 2026 - Karier militer Sri Mulyono Herlambang berakhir secara dramatis pada 1967. Mantan Marsekal Muda (setara jenderal bintang tiga) Angkatan Udara yang sempat menjabat Menteri/Panglima Angkatan Udara ini tersingkir setelah pergantian rezim pasca-peristiwa G30S 1965. Ia memilih meninggalkan dunia militer dan mencari penghidupan baru melalui bisnis yang jauh dari senjata: beternak ayam.

Dari Halaman Rumah ke Industri Unggas

Dengan memanfaatkan halaman rumah di kawasan Jakarta Selatan, Sri mulai beternak ayam petelur dan ayam potong (broiler). Ia mendatangkan bibit dari Amerika Serikat dan Jepang. Pilihannya tidak mudah karena saat itu konsumen Indonesia lebih terbiasa mengonsumsi ayam kampung. Namun, keterbatasan pilihan justru membuatnya serius mempelajari bisnis tersebut.

“Saya tidak mempunyai hobi memelihara ayam. Tetapi karena terpaksa saya mencobanya,” ujarnya suatu ketika. Ia mengakui memilih bisnis ayam salah satunya untuk menghindari dengki dan iri yang kental mewarnai pergantian rezim. “Sebab, siapa yang peduli kepada seorang tukang ayam?”

Dari eksperimen kecil, usahanya berkembang. Sri kemudian dipercaya menjadi direktur PT Daria Poultry Farm. Pada masa jayanya, produksi ayam potong yang dijualnya mencapai ratusan hingga ribuan ekor setiap minggu. Di era 1980-an, angka tersebut pernah mencapai sekitar 5.000 ekor per minggu dengan pendapatan yang cukup signifikan untuk masa itu.

Membantu Bob Sadino Memulai Usaha

Keseriusan Sri membangun industri ayam ras juga membuatnya membantu Bob Sadino. Ia memberikan 50 ekor ayam ras secara gratis sebagai modal awal bagi Bob untuk memulai usaha. Ayam-ayam itulah yang menjadi cikal bakal Kem Chicks, bisnis yang kelak membuat Bob Sadino terkenal sebagai “raja ayam” dan pengusaha nyentrik. Ketika Kem Chicks berjaya, Sri juga mendapat keuntungan sebagai pemasok.

Sri bahkan dikenal sebagai salah satu pendiri dan ketua Perhimpunan Peternakan Unggas Indonesia (PPUI), menunjukkan perannya dalam mengembangkan industri unggas nasional.

Melangkah ke Dunia Aviasi

Sri tidak berhenti sebagai peternak. Ia kemudian memperluas bisnisnya ke sektor aviasi melalui perdagangan suku cadang, peralatan lapangan terbang, angkutan udara, dan konsultasi penerbangan di bawah bendera PT Conavi Aviation Consultant (atau Konavi). Latar belakangnya sebagai perwira Angkatan Udara tentu menjadi modal berharga di bidang ini.

Pelajaran dari Titik Balik

Kisah Sri Mulyono Herlambang menunjukkan bahwa bisnis tidak selalu lahir dari passion. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan dapat memaksa seseorang masuk ke industri yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Yang membedakan adalah kemampuan mengubah keterpaksaan menjadi kompetensi.

Ia membangun keahlian dari bawah—mulai dari halaman rumah dan puluhan ayam—lalu mengembangkan jaringan, kepercayaan, dan reputasi. Keahlian baru tersebut kemudian menjadi modal untuk membuka pintu bisnis berikutnya di sektor aviasi.

Pada akhirnya, kehilangan jabatan militer justru menjadi titik balik. Dari “tukang ayam” yang sederhana, Sri Mulyono Herlambang membangun pengalaman yang membawanya kembali ke dunia bisnis dalam skala lebih besar hingga akhir hayatnya pada 21 Mei 2007.

Sri Mulyono Herlambang, mantan Marsekal Muda AU yang tersingkir pasca-1965, memilih bisnis ayam petelur dan broiler sejak 1967. Dari halaman rumah, ia membangun PT Daria Poultry Farm, membantu Bob Sadino memulai Kem Chicks dengan 50 ekor ayam, lalu ekspansi ke aviasi. Kisahnya membuktikan kemampuan beradaptasi dan mengubah keterpaksaan menjadi kompetensi.

Media Sosial

Temukan Kami

#KenalLebihDekat

© 2024-2026 Kaspa Space. All Rights Reserved

asosiasi coworking indonesia CID
asosiasi coworking indonesia CID

Anggota Asosiasi